Meta Memangkas 8000 Karyawan Guna Efisiensi dan Infrastruktur AI

Meta Memangkas 8000 Karyawan Guna Efisiensi dan Infrastruktur AI

Meta melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap hampir 8.000 karyawan atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerja global, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Langkah efisiensi perusahaan serta peningkatan infrastruktur kecerdasan buatan menjadi alasan utama di balik kebijakan reorganisasi massal tersebut.

Pemberitahuan pemangkasan hubungan kerja ini dikirimkan manajemen perusahaan melalui surat elektronik yang masuk ke dalam kotak masuk karyawan pada pukul 4 subuh waktu setempat Rabu silam.

"Sayangnya, peran Anda dihilangkan sebagai bagian dari reorganisasi hari ini," tulis manajemen Meta dalam salah satu kalimat pemberitahuan tersebut.

Perusahaan kemudian menginstruksikan para pekerja yang terdampak untuk segera membereskan meja kerja mereka dan langsung meninggalkan area perkantoran.

"Jika Anda sudah berada di kantor, kami minta Anda untuk mengumpulkan barang-barang pribadi di meja Anda dan pulang," lanjut manajemen Meta dalam surel yang sama.

Keputusan sepihak ini berdampak langsung pada pemblokiran akses internal seluruh pekerja secara instan. Kartu akses masuk menuju kantor dinonaktifkan dan para mantan staf diarahkan ke sebuah portal khusus alumni dalam waktu satu jam untuk mengurus detail hak operasional mereka.

"Selalu menyedihkan mengucap selamat tinggal ke orang-orang yang telah berkontribusi pada misi kami dan dalam membangun perusahaan ini. Saya merasakan beban tersebut," ujar CEO Meta Mark Zuckerberg dalam memo terpisah.

Pimpinan perusahaan ini juga memberikan kejelasan mengenai masa depan struktur ketenagakerjaan korporasi pasca-reorganisasi besar-besaran yang terjadi sekarang.

"periode pemberitahuan non-kerja." kata Mark Zuckerberg mengenai status terkini karyawan yang terdampak efisiensi.

Melalui kebijakan kompensasi yang diatur perusahaan, para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja dipastikan menerima paket pesangon komprehensif. Kompensasi tersebut mencakup pemenuhan gaji pokok selama 16 minggu, tambahan masa kerja, premi asuransi kesehatan keluarga hingga 18 bulan, pencairan cuti berbayar, serta fasilitas bantuan pencarian kerja baru selama tiga bulan.

Artikel terkait

Rekomendasi