Meta menandatangani kesepakatan dengan startup Overview Energy pada Senin, 27 April 2026, untuk mengerahkan 1.000 satelit guna memasok energi ke pusat data kecerdasan buatan (AI) miliknya. Langkah ekstrem ini bertujuan menembakkan cahaya inframerah ke panel surya di bumi agar tetap menghasilkan listrik pada malam hari.
Kebutuhan energi hijau yang stabil menjadi alasan utama Meta menempuh jalur luar angkasa ini. Dilansir dari Teknologi, pusat data Meta telah mengonsumsi listrik lebih dari 18.000 gigawatt-jam pada 2024, yang setara dengan kebutuhan energi tahunan bagi 1,7 juta rumah di Amerika Serikat.
Masalah intermitensi pada energi surya konvensional memaksa perusahaan beralih ke solusi inovatif. Tanpa adanya bantuan cahaya tambahan saat matahari terbenam, fasilitas produksi energi terbarukan harus bergantung pada baterai penyimpanan yang sangat mahal atau kembali menggunakan bahan bakar fosil.
Marc Berte, CEO Overview Energy, menjelaskan bahwa teknologi mereka menggunakan spektrum inframerah lebar untuk transmisi energi. Hal ini dilakukan demi menjamin keamanan mata manusia dan memenuhi standar regulasi, sekaligus mampu menghasilkan listrik berskala ratusan megawatt pada infrastruktur panel surya yang sudah ada.
"Ada perbedaan besar antara berada di satu pasar energi tertentu, dibandingkan dengan berada di seluruh pasar energi secara global," ujar Marc Berte, CEO Overview Energy.
Fleksibilitas transmisi lintas batas menjadi keunggulan utama yang ditawarkan Overview Energy kepada raksasa teknologi. Dalam kontrak tersebut, Meta memesan kapasitas daya hingga 1 gigawatt yang dihitung menggunakan metrik baru bernama megawatt photon.
Peluncuran armada satelit ke orbit geosinkron dijadwalkan mulai pada 2030 mendatang. Pada tahap awal, sistem ini akan mencakup wilayah Pantai Barat Amerika Serikat hingga Eropa Barat guna menambal kekurangan pasokan listrik saat malam hari.
Keberhasilan proyek ambisius ini akan ditentukan lewat uji coba pertama yang dijadwalkan pada Januari 2028 di orbit rendah bumi. Jika transmisi daya tersebut berjalan lancar, Meta berpeluang mengamankan operasional AI jangka panjang sekaligus mengubah lanskap pasar energi global secara fundamental.