Meta Memecat 8000 Karyawan demi Mendanai Proyek Kecerdasan Buatan

Meta Memecat 8000 Karyawan demi Mendanai Proyek Kecerdasan Buatan

Perusahaan teknologi Meta melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 8.000 karyawan atau setara 10 persen dari total tenaga kerja mereka pada Rabu (20/5/2026) pagi waktu setempat demi mendanai investasi kecerdasan buatan.

Langkah efisiensi massal ini dipicu oleh pembengkakan biaya modal Meta yang melonjak hampir dua kali lipat dari tahun lalu menjadi 125 miliar hingga 145 dollar AS untuk membangun pusat data dan melatih model bahasa baru, seperti dilansir dari Tekno.

Melalui surat elektronik yang dikirimkan kepada 78.000 pegawai, Chief Executive Officer Meta Mark Zuckerberg mengonfirmasi pengurangan staf tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada para pekerja yang terdampak.

Bagi pekerja di Amerika Serikat yang terkena pemangkasan, pihak manajemen memberikan kompensasi berupa 16 minggu gaji pokok, tambahan dua minggu gaji untuk setiap tahun masa kerja, serta jaminan asuransi kesehatan selama 18 bulan.

Di balik kebijakan pengurangan ini, pimpinan Meta juga memberikan garansi kepastian kerja serta pengakuan atas buruknya pola komunikasi internal korporasi kepada sekitar 70.000 staf yang dipertahankan.

Zuckerberg menegaskan bahwa manajemen tidak memproyeksikan adanya pemotongan tenaga kerja dalam skala besar lagi di sisa tahun ini guna meredam kepanikan yang melanda internal sejak rumor PHK berembus pada 23 April.

Pria yang akrab disapa Zuck ini juga mengakui bahwa perusahaan telah menangani masa transisi ini dengan buruk dan berjanji akan memperbaiki transparansi komunikasi internal ke depannya.

Pada bagian akhir pesan elektroniknya, pemimpin Meta tersebut menegaskan fokus masa depan korporasi pada sektor teknologi mutakhir yang sedang dikembangkan.

"Kesuksesan bukanlah sesuatu yang diberikan begitu saja. AKompasTeknoI adalah teknologi paling krusial dalam masa hidup kita," pungkas Mark Zuckerberg, CEO Meta.

Di sisi lain, jaminan mengenai selesainya gelombang pemecatan tersebut memicu keraguan setelah Chief Financial Officer Meta Susan Li menyatakan ketidaktahuannya mengenai jumlah ideal staf yang dibutuhkan perusahaan dalam panggilan pendapatan.

Sebagai bagian dari langkah penataan organisasi, Meta menghapus 6.000 lowongan kerja dan mengalihkan 7.000 karyawan ke berbagai proyek kecerdasan buatan baru, termasuk tim Applied AI and Engineering yang menyerap 2.000 pekerja.

Situasi internal perusahaan dilaporkan memburuk seiring dengan munculnya penolakan dari 1.500 karyawan melalui petisi setelah mendapati Meta melacak aktivitas papan ketik, tetikus, dan layar untuk pelatihan model kecerdasan buatan internal bernama Model Capability Initiative.

Menanggapi protes keras dari para staf mengenai kebijakan pengawasan sistematis tersebut, Chief Technology Officer Meta Andrew Bosworth menyatakan bahwa para pekerja tidak diberikan pilihan untuk menolak atau keluar dari sistem pelacakan aktivitas digital itu.

Artikel terkait

Rekomendasi