Microsoft mempertimbangkan untuk meninjau kembali target ambisius penggunaan 100 persen energi terbarukan pada 2030 akibat lonjakan konsumsi listrik dari pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang sangat pesat. Dilansir dari Lestari pada Kamis (7/5/2026), diskusi internal ini masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final terkait perubahan strategi lingkungan perusahaan.
Pertumbuhan infrastruktur AI yang masif memberikan tekanan besar pada target ramah lingkungan yang ditetapkan sebelum tren teknologi ini meledak. Perusahaan harus membiayai pembangunan pusat data baru secara besar-besaran guna mendukung layanan Azure dan produk AI seperti Copilot.
Kebutuhan daya untuk fasilitas-fasilitas ini sangat tinggi, sehingga menyulitkan realisasi janji-janji lingkungan yang telah dibuat sebelumnya. Laporan Bloomberg News menyebutkan bahwa perluasan jaringan pusat data Microsoft menjadi tantangan utama dalam mencapai target emisi nol tersebut.
Meskipun menghadapi kendala, pihak korporasi menegaskan masih berupaya mencari solusi untuk mengintegrasikan sumber daya rendah emisi ke dalam operasional mereka. Perusahaan mencoba menyeimbangkan antara tuntutan inovasi teknologi dan tanggung jawab ekologi.
Pihak perusahaan menyoroti kerja sama terbaru dengan We Energies untuk menghadirkan proyek energi bebas polusi sebesar 1,2 gigawatt di Wisconsin, Amerika Serikat. Proyek yang meliputi fasilitas tenaga surya dan penyimpanan baterai ini dijadwalkan mulai beroperasi pada pengujung tahun 2028.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi pengadaan listrik bersih di tengah kompetisi ketat dengan raksasa teknologi lain seperti Amazon dan Alphabet. Ketiga perusahaan tersebut telah menginvestasikan ratusan miliar dolar untuk memperluas pusat data khusus AI dengan kapasitas yang diperkirakan mencapai beberapa gigawatt.
Sebagai perbandingan, para ahli memperkirakan daya satu gigawatt dapat menyokong kebutuhan listrik bagi 750.000 rumah tangga di Amerika Serikat. Besarnya kebutuhan ini mendorong industri teknologi melirik sumber energi alternatif di luar tenaga surya dan angin.
Tenaga nuklir kini menjadi fokus minat baru bagi industri, selain gas alam yang dianggap lebih cepat untuk dibangun. Microsoft bahkan telah menjalin kesepakatan dengan Constellation Energy tahun lalu guna mendukung pengoperasian kembali unit pembangkit listrik nuklir Three Mile Island di Pennsylvania.