Pengguna PC gaming dengan kapasitas RAM 16 GB disarankan untuk segera melakukan pemutakhiran perangkat. Hal ini menyusul pernyataan Microsoft yang menyebutkan bahwa kapasitas tersebut kini dianggap tidak lagi memadai atau disebut sebagai kategori "kentang" untuk menjalankan gim modern.
Dilansir dari Tekno, panduan perangkat keras Windows 2026 yang sempat dipublikasikan menunjukkan pergeseran standar memori. Microsoft kini menetapkan RAM 32 GB sebagai konfigurasi ideal agar sistem tetap kompetitif di masa depan.
Meskipun dokumen pedoman tersebut segera dihapus setelah tayang selama satu hari, informasi di dalamnya mengungkap perubahan signifikan. RAM 16 GB yang sebelumnya menjadi standar optimal, kini hanya diposisikan sebagai batas minimum bagi pengguna.
Peningkatan kebutuhan memori dipicu oleh kompleksitas gim modern yang semakin tinggi. Selain itu, kebiasaan gamer yang menjalankan aplikasi secara bersamaan, seperti aplikasi komunikasi Discord saat bermain, turut menyedot sumber daya RAM dalam jumlah besar.
Pihak Microsoft menilai kapasitas RAM yang lebih lega memungkinkan sistem menyimpan lebih banyak proses langsung di memori utama. Langkah ini diklaim mampu mengurangi ketergantungan pada page file yang memiliki kecepatan akses jauh lebih lambat.
Ketersediaan RAM yang besar juga berfungsi meringankan beban kerja kartu grafis. Hal ini sangat krusial bagi GPU yang memiliki VRAM terbatas, seperti kapasitas 8 GB, agar performa visual tetap terjaga stabil.
Kebutuhan serupa ditemukan pada prosesor yang menggunakan grafis terintegrasi, termasuk lini terbaru Ryzen AI 400. Komponen tersebut memerlukan RAM berkapasitas besar dan berkecepatan tinggi guna memaksimalkan potensi performanya.
Beberapa judul gim berat saat ini mulai menuntut spesifikasi di atas rata-rata meski sebagian besar pengembang masih mematok 16 GB sebagai syarat minimum. Contohnya adalah S.T.A.L.K.E.R. 2 yang memerlukan RAM hingga 32 GB untuk pengaturan visual 4K Ultra.
Bahkan, Microsoft Flight Simulator 2024 mencatatkan kebutuhan memori yang lebih ekstrem. Gim simulasi penerbangan buatan Microsoft tersebut menyarankan kapasitas RAM hingga 64 GB demi mendapatkan pengalaman bermain yang paling optimal.
Selain sektor memori, Microsoft menekankan kewajiban penggunaan penyimpanan berbasis SSD untuk instalasi sistem operasi dan gim. Penggunaan hard disk konvensional (HDD) sudah tidak disarankan, terutama demi mendukung teknologi DirectStorage.
Namun, dorongan peningkatan standar ini muncul saat pasar global menghadapi krisis memori yang dijuluki "RAMageddon". Tingginya permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) mengakibatkan pasokan RAM, terutama jenis DDR5, menjadi terbatas dengan harga yang melonjak.
Menanggapi situasi ini, produsen seperti ASRock, Intel, dan TeamGroup tengah mengusulkan solusi melalui teknologi HUDIMM. Inovasi ini diharapkan mampu mengatasi keterbatasan pasokan komponen memori di tengah ketidakpastian pasar.
Rekomendasi dari Microsoft ini sempat menuai kritik karena dianggap kurang peka terhadap kondisi pasar saat ini. Lonjakan harga komponen sebagian besar dipicu oleh investasi masif perusahaan teknologi, termasuk Microsoft sendiri, dalam pengembangan infrastruktur AI.