Kapasitas memori akses acak (RAM) sebesar 8 GB tampaknya mulai ditinggalkan oleh para pengguna PC, terutama bagi kalangan gamer. Hal ini menyusul langkah Microsoft yang sempat menerbitkan dokumen panduan perangkat keras Windows untuk tahun 2026.
Dikutip dari Tekno, dokumen panduan tersebut segera dihapus hanya sehari setelah dipublikasikan. Dalam laporan itu, Microsoft menetapkan bahwa kapasitas RAM 16 GB kini hanya menjadi standar batas minimal bagi perangkat komputer.
Perusahaan teknologi tersebut kini lebih menyarankan penggunaan RAM 32 GB sebagai konfigurasi yang aman untuk jangka panjang atau future-proof. Standar ini menunjukkan bahwa kapasitas 32 GB tidak lagi dianggap berlebihan untuk kebutuhan komputasi modern.
Peningkatan standar memori ini didukung oleh data Survei Steam pada September 2025 yang memperlihatkan popularitas sistem dengan RAM 32 GB terus meningkat. Meski demikian, pengguna dengan kapasitas 16 GB saat ini masih mendominasi pasar.
Sayangnya, perubahan standar ini muncul di saat dunia menghadapi kelangkaan memori global yang dikenal dengan istilah RAMageddon atau RAMpocalypse. Ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah menyerap jalur produksi secara masif.
Kondisi tersebut menyebabkan harga komponen RAM, terutama jenis DDR5, melonjak tajam sehingga sulit dijangkau perakit PC. Sejumlah produsen seperti ASRock, Intel, dan TeamGroup pun mulai mengusulkan solusi memori baru yang disebut HUDIMM.
Kebutuhan Multitasking dan Performa Grafis
Kebutuhan RAM ekstra besar diperlukan untuk menjalankan aplikasi pendukung secara bersamaan tanpa kendala. Microsoft mencontohkan aktivitas bermain game kelas AAA sambil membuka aplikasi komunikasi seperti Discord secara simultan.
Kapasitas yang lebih lega membantu sistem menyimpan lebih banyak proses di memori utama. Hal ini secara otomatis menekan ketergantungan pada page file yang memiliki kecepatan akses jauh lebih lambat dibanding RAM fisik.
Selain itu, sistem dengan kartu grafis (GPU) yang memiliki VRAM terbatas akan sangat terbantu oleh kapasitas RAM sistem saat menghadapi beban kerja berat. Pengguna prosesor dengan grafis terintegrasi seperti seri Ryzen AI 400 juga memerlukan memori cepat untuk performa maksimal.
Standar Game dan Penggunaan SSD
Beberapa skenario game berat seperti Stalker 2 pada pengaturan 4K Ultra kini memang menuntut penggunaan RAM 32 GB. Bahkan, game Microsoft Flight Simulator 2024 mencantumkan kapasitas 64 GB sebagai syarat konfigurasi ideal.
Selain memori, Microsoft menegaskan penggunaan Solid State Drive (SSD) sebagai komponen mutlak untuk instalasi game dan sistem operasi Windows. Penggunaan hard drive konvensional (HDD) kini sangat dilarang untuk menjalankan sistem utama.
Penyimpanan SSD super cepat berperan penting karena CPU akan mengalihkan beban kerja ke sana saat kapasitas RAM penuh. Kehadiran teknologi DirectStorage ke depannya menjadikan SSD sebagai komponen yang tidak bisa ditawar lagi dalam perakitan PC.
Kendati anjuran 32 GB dinilai valid secara teknis, rekomendasi Microsoft ini dianggap kurang peka terhadap kondisi pasar saat ini. Pasalnya, lonjakan harga komponen dipicu oleh belanja besar perusahaan raksasa, termasuk Microsoft yang menghabiskan 190 miliar dollar AS untuk AI tahun ini.