Mikel Arteta resmi mengukuhkan namanya sebagai salah satu manajer terbesar dalam sejarah Arsenal. Mantan kapten itu sukses membawa klub London Utara tersebut merengkuh gelar juara kasta tertinggi Inggris, seperti dilansir dari Medcom.
Pencapaian ini membuat Mikel Arteta menjadi mantan skipper pertama The Gunners yang berhasil meraih trofi Premier League sebagai pelatih. Keberhasilan tersebut sekaligus menyudahi penantian panjang Arsenal selama 22 tahun setelah melewati transformasi besar sejak Desember 2019.
Selama enam setengah tahun menukangi Arsenal, Mikel Arteta tidak pernah membawa timnya finis lebih buruk daripada musim sebelumnya. Pada musim perdana, ia menempati posisi kedelapan yang kemudian ditutup dengan perolehan trofi Piala FA.
Arsenal kembali mengakhiri musim di peringkat kedelapan pada 2020/2021 sebelum akhirnya melonjak ke posisi kelima pada setahun berikutnya. Dalam tiga musim selanjutnya, klub ini bersaing ketat dalam perebutan gelar juara hingga sempat finis sebagai runner-up.
Langkah Mikel Arteta kini menjadi lebih jauh setelah menyumbangkan salah satu dari 14 gelar liga untuk Arsenal. Prestasi ini dirasa luar biasa mengingat ia ditunjuk mengarsiteki tim tanpa memiliki pengalaman melatih tim senior sama sekali sebelumnya.
Manajer terakhir yang mampu menjuarai liga Inggris pada pekerjaan pertamanya sebagai pelatih adalah Kenny Dalglish bersama Liverpool di era 1980-an. Mikel Arteta juga mencatatkan diri sebagai pelatih termuda yang menjuarai liga Inggris bersama Arsenal pada usia 44 tahun 54 hari.
Catatan usia tersebut melewati rekor George Graham yang berusia lebih tua 124 hari ketika membawa klub menjadi kampiun pada musim 1988/1989. Mikel Arteta juga menjadi sosok kedua setelah Roberto Mancini yang pernah bermain di Premier League kemudian memenangkannya sebagai manajer.
Sementara itu, sang mentor yaitu Pep Guardiola menjadi satu-satunya pelatih asal Spanyol lain yang pernah memenangkan kompetisi serupa. Musim ini, Mikel Arteta menuntaskan kompetisi lewat raihan 25 kemenangan liga untuk mengembalikan trofi ke London Utara.
Tidak hanya di kancah domestik, Mikel Arteta sukses membawa Arsenal menembus final Liga Champions untuk menantang Paris Saint-Germain. Pertandingan tersebut bakal menjadi momen perebutan status sebagai klub terbaik di daratan Eropa.
Mikel Arteta saat ini memegang rekor persentase kemenangan terbaik sepanjang sejarah Arsenal dengan catatan 60,4 persen dari 351 pertandingan. Angka ini melampaui raihan para legenda klub seperti Arsene Wenger, George Graham, hingga Herbert Chapman.
Setelah menyudahi dahaga gelar domestik, Mikel Arteta berpeluang mengukir sejarah baru bagi klub. Ia berpotensi menjadi manajer pertama dalam 139 tahun berdirinya Arsenal yang sanggup mempersembahkan trofi juara Eropa.
Berikut adalah data terstruktur mengenai pencapaian para pelatih papan atas dalam sejarah perjalanan Arsenal.
| Nama Manajer | Jumlah Gelar |
|---|---|
| Arsene Wenger | 3 |
| Herbert Chapman | 2 |
| Tom Whittaker | 2 |
| George Allison | 2 |
| George Graham | 2 |
| Mikel Arteta | 1 |
| Harry Bradshaw | 1 |
Di bawah ini merupakan perbandingan manajer termuda yang sukses meraih trofi tertinggi di kompetisi Premier League.
| Nama Manajer | Klub | Usia Juara |
|---|---|---|
| Jose Mourinho | Chelsea | 42 tahun 94 hari |
| Mikel Arteta | Arsenal | 44 tahun 54 hari |
| Pep Guardiola | Manchester City | 47 tahun 86 hari |
| Kenny Dalglish | Blackburn Rovers | 44 tahun 69 hari |
Rekor efektivitas strategi kepelatihan di Arsenal dapat dilihat melalui perbandingan statistik kemenangan para juru taktik berikut.
| Nama Manajer | Jumlah Laga | Persentase Kemenangan |
|---|---|---|
| Mikel Arteta | 351 | 60,4% |
| Arsene Wenger | 1.235 | 57,2% |
| Unai Emery | 78 | 55,1% |
| Harry Bradshaw | 235 | 50,2% |
| Herbert Chapman | 403 | 49,9% |