Bulan Dzulhijjah menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat ketakwaan sekaligus memperbaiki hubungan sosial antarsesama. Melalui ibadah kurban, umat Islam diajarkan kepatuhan kepada Allah Swt., keikhlasan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ibadah kurban menjadi simbol pengorbanan hati, pengendalian ego, serta bentuk nyata kasih sayang terhadap sesama, seperti dilansir dari Cahaya. Di tengah kehidupan modern yang sibuk dan individualistis, nilai-nilai kebersamaan ini perlahan mulai memudar.
Banyak orang kini cenderung fokus pada kepentingan pribadi hingga lalai memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Semangat kurban perlu dihidupkan kembali guna membangun empati sosial, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan budaya saling membantu.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْإِسْلَامَ دِيْنًا قَائِمًا عَلَى الرَّحْمَةِ وَالتَّكَافُلِ وَالْمَحَبَّةِ بَيْنَ الْعِبَادِ، وَفَضَّلَ بَعْضَ الْأَيَّامِ وَالشُّهُوْرِ لِيَكُوْنَ فِيْهَا مَيْدَانُ الطَّاعَاتِ وَالْقُرُبَاتِ. نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَلَى جَمِيْعِ نِعَمِهِ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ، وَنَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَنَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، النَّبِيُّ الَّذِيْ عَلَّمَنَا مَعْنَى الْإِيْمَانِ وَالْإِحْسَانِ وَالْإِخْلَاصِ فِي الْعِبَادَةِ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّم * وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, lalu Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13).
Marilah kita panjatkan rasa syukur kepada Allah Swt. atas segala nikmat yang telah Dia limpahkan kepada kita. Karunia berupa kesehatan, kesempatan hidup, iman, Islam, keluarga, rezeki, dan kesempatan menghadiri shalat Jumat merupakan nikmat yang tidak ternilai harganya.
Tidak sedikit manusia hidup bergelimang harta, tetapi hatinya kosong dari ketenangan. Banyak pula yang memiliki kedudukan tinggi, namun hidupnya jauh dari keberkahan. Nikmat terbesar seorang Muslim bukan sekadar kekayaan dunia, melainkan hati yang dekat kepada Allah Swt. dan jiwa yang peduli terhadap sesama manusia.
Bulan Dzulhijjah mengingatkan umat Islam pada kisah agung Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. mengenai keikhlasan, pengorbanan, serta kepatuhan total kepada Allah Swt. Dari peristiwa tersebut, umat Islam belajar bahwa cinta kepada Allah Swt. harus berada di atas segala-galanya.
Ibadah kurban tidak hanya mengajarkan penyembelihan hewan semata, melainkan pendidikan jiwa agar manusia mampu mengorbankan sifat-sifat buruk dalam diri. Egoisme, kesombongan, rasa tamak, serta cinta dunia yang berlebihan harus dikorbankan.
Tantangan terbesar manusia di zaman modern bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan juga krisis kepedulian sosial. Banyak orang terhubung melalui media sosial, tetapi hatinya jauh dari rasa empati. Sebagian masyarakat lebih mudah menghabiskan uang untuk gaya hidup, tetapi berat mengeluarkan sedekah untuk fakir miskin.
Ada orang yang rela membeli barang mahal demi gengsi, tetapi lalai membantu keluarganya sendiri yang sedang kesulitan. Padahal, Rasulullah Saw. mengingatkan bahwa Muslim sejati adalah mereka yang mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Rasulullah Saw. bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR Ahmad).
Hadis ini mengajarkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan pada banyaknya harta, jabatan, atau popularitas, melainkan pada manfaat yang diberikan kepada sesama. Islam sangat menekankan kepedulian sosial melalui perintah membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan menolong sesama.
Allah Swt. berfirman:
وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَمَا تُقَدِّمُوْا لِاَنْفُسِكُمْ مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوْهُ عِنْدَ اللّٰهِ
Artinya: “Dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, niscaya kamu mendapat balasannya di sisi Allah.” (QS. Al-Baqarah: 110).
Ayat tersebut menunjukkan bahwa ibadah dalam Islam tidak hanya bersifat vertikal kepada Allah, tetapi juga harus diwujudkan dalam hubungan sosial antarmanusia. Kesalehan orang yang rajin salat tetapi enggan membantu sesama belum sempurna.
Momentum Idul Adha mengajarkan pentingnya membangun solidaritas sosial. Ketika daging kurban dibagikan, Islam sedang mengajarkan pemerataan kebahagiaan agar orang-orang miskin ikut merasakan nikmat dan kegembiraan. Semangat berbagi ini harus terus hidup setelah Idul Adha berlalu.
Bentuk pengorbanan dalam kehidupan sehari-hari dapat berupa membantu tetangga yang kesulitan, menyantuni anak yatim, menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain, memberi perhatian kepada orang tua, hingga membantu korban musibah.
Manusia harus berhati-hati terhadap sifat cinta dunia yang berlebihan karena dapat mengeraskan hati dan menghilangkan empati.
Allah Swt. berfirman:
اَلْهٰىكُمُ التَّكَاثُرُۙ حَتّٰى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
Artinya: “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS. At-Takatsur: 1–2).
Ayat ini menjadi peringatan agar manusia tidak terlena mengejar dunia hingga melupakan akhirat dan mengabaikan kewajiban sosialnya. Budaya gotong royong, saling membantu, dan saling mendoakan harus dihidupkan kembali di bulan Dzulhijjah ini.
Allah Swt. berfirman:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Artinya: “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2).
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَاَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ، وَاجْعَلْ قُلُوْبَنَا مُمْتَلِئَةً بِالرَّحْمَةِ وَالْمَحَبَّةِ وَالْإِخْلَاصِ.
اَللّٰهُمَّ وَفِّقْنَا لِلْإِنْفَاقِ فِيْ سَبِيْلِكَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ الْفُقَرَاءَ وَالْمَسَاكِيْنَ وَيَرْحَمُوْنَهُمْ.
اَللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُوْنِيْسِيَا مِنَ الْفِتَنِ وَالْمِحَنِ وَالْبَلَايَا وَالْكَوارِثِ، وَاجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ بَلَدًا آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.