Nvidia Targetkan Diversifikasi Pasar di Tengah Penurunan Saham

Nvidia Targetkan Diversifikasi Pasar di Tengah Penurunan Saham

Nvidia Corp memproyeksikan diversifikasi pasar ke berbagai bisnis dan pemerintah demi mengurangi ketergantungan pada operator pusat data raksasa setelah sahamnya turun 1,8 persen ke angka 219,51 dolar AS di New York pada Kamis, 21 Mei 2026.

Penurunan harga saham tersebut terjadi meski perusahaan baru saja melaporkan pendapatan kuartal pertama fiskal sebesar 81,62 miliar dolar AS yang melampaui ekspektasi analis Wall Street.

Dalam laporan keuangan terbarunya, Nvidia memprediksi pendapatan kuartal kedua akan berada di antara 89,1 miliar hingga 92,8 miliar dolar AS, lebih tinggi dari perkiraan rata-rata analis sebesar 87,3 miliar dolar AS.

Bisnis pusat data menyumbang bagian terbesar pendapatan senilai 75,2 billion dolar AS, meningkat dari 39,11 miliar dolar AS pada kuartal pertama tahun lalu, dengan setengah dari penjualan tersebut berasal dari penyedia hyperscaler.

Menurut laporan Keuangan CFO Colette Kress, Nvidia kini mengubah cara pelaporan pendapatan dengan membaginya menjadi segmen Data Center dan Edge Computing yang mencakup perangkat kecerdasan buatan fisik.

Langkah diversifikasi ini diambil di tengah meningkatnya persaingan dari produsen chip lain seperti Cerebras yang baru melakukan penawaran saham perdana, serta Advanced Micro Devices Inc dan Broadcom Inc.

Selain persaingan dari sesama produsen komponen, pembeli besar teknologi Nvidia seperti Amazon dan Google kini juga mulai mengembangkan komponen internal mereka sendiri.

Amazon mengumumkan segmen chip mereka memiliki laju pendapatan tahunan lebih dari 20 miliar dolar AS, serta telah menyepakati penyediaan kapasitas chip Trainium untuk OpenAI dan Anthropic melalui AWS.

Sementara itu, Google turut memamerkan chip TPU 8i dan TPU 8t terbaru mereka dalam konferensi tahunan Google I/O untuk menjalankan perangkat lunak serta melatih model kecerdasan buatan.

Guna menghadapi skeptisisme investor dan tantangan kompetisi tersebut, pihak manajemen Nvidia menegaskan kesiapan infrastruktur mereka untuk mencakup peluang baru pada robotika dan kendaraan otonom.

"We’ve got it all covered," kata Chief Executive Officer Jensen Huang dalam panggilan konferensi bersama para analis.

Pernyataan tersebut menegaskan optimisme Nvidia dalam memperluas pasar kecerdasan buatan fisik di masa depan, meskipun mereka tidak mencatatkan pendapatan dari produk Hopper ke Tiongkok selama kuartal ini.

Artikel terkait

Rekomendasi