Fenomena Unidentified Anomalous Phenomena (UAP) atau yang lebih dikenal sebagai UFO kembali memicu diskusi hangat di jagat media sosial. Perhatian publik kini tertuju pada kemunculan objek misterius di wilayah perairan Laut Natuna yang dinilai menyerupai rekaman inframerah Pentagon.
Objek tersebut disebut-sebut memiliki kemiripan fisik yang sangat mencolok dengan arsip video militer Amerika Serikat dari tahun 2013 yang baru saja dirilis ke publik. Diskusi mengenai temuan di Natuna ini dilansir dari Detik iNET dan telah tersebar luas di berbagai platform seperti X, Reddit, dan Facebook.
Berdasarkan informasi yang beredar, rekaman Pentagon yang menjadi perbandingan berasal dari personel Komando Pusat AS (CENTCOM). Video inframerah tersebut memperlihatkan objek bercahaya berbentuk unik yang menyerupai bintang tiga dimensi dengan lengan-lengan simetris.
Laporan yang berkembang menyebutkan bahwa objek di Natuna terekam oleh kamera pesawat patroli maritim CN-235 milik TNI AL. Pengambilan gambar tersebut diklaim terjadi saat personel melakukan patroli rutin di wilayah perairan Natuna pada 8 April 2026.
Dalam visual yang tersebar, objek misterius itu berada tepat di tengah tampilan Heads-Up Display (HUD) standar militer. Bentuknya menyerupai inti pusat dengan ekstensi kaku yang simetris, sangat mirip dengan bentuk chandelier yang terlihat pada video Pentagon satu dekade silam.
Informasi ini awalnya ramai dibicarakan dalam forum Reddit r/UFOs. Seorang pengguna mengeklaim mendapatkan tangkapan layar tersebut dari grup Facebook forum militer Indonesia yang saat ini dikabarkan sudah tidak tersedia atau dihapus.
Kontroversi Digital dan Analisis Pakar
Perdebatan di kalangan netizen semakin memanas setelah muncul versi gambar yang telah diproses menggunakan kecerdasan buatan (AI). Namun, penggunaan teknologi ini justru menimbulkan keraguan baru terkait otentisitas data yang beredar.
Beberapa pihak menemukan adanya watermark SynthID milik Google pada salah satu versi gambar yang tersebar di internet. Meski demikian, sejumlah analis berpendapat bahwa watermark digital bisa saja hilang jika gambar diambil melalui teknik screenshot atau difoto ulang dari layar monitor.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak TNI AL maupun pemerintah Indonesia mengenai keaslian gambar tersebut. Belum dapat dipastikan apakah objek itu merupakan fenomena udara tak dikenal atau sekadar artefak teknis pada sensor kamera.
Konteks Strategis Laut Natuna
Sejumlah pengamat skeptis memberikan kemungkinan lain bahwa objek simetris tersebut bisa saja merupakan drone, balon atmosfer, atau gangguan optik. Namun, bentuk geometris yang sangat presisi membuat spekulasi mengenai teknologi rahasia terus berkembang.
Wilayah Laut Natuna sendiri merupakan kawasan strategis yang diawasi ketat oleh patroli militer karena kerawanan aktivitas ilegal dan dinamika geopolitik. Kemunculan fenomena ini menambah daftar panjang misteri yang belum terpecahkan di ruang udara dan laut Indonesia.