OJK Dorong Perbankan Manfaatkan Kecerdasan Buatan Perkuat Keamanan Siber

OJK Dorong Perbankan Manfaatkan Kecerdasan Buatan Perkuat Keamanan Siber

Otoritas Jasa Keuangan mendorong industri perbankan nasional untuk meningkatkan pertahanan siber melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence pada Rabu (13/5/2026). Langkah tersebut krusial dilakukan guna mengantisipasi ancaman kebocoran data pengguna serta anomali traffic.

Peningkatan sistem keamanan digital ini menjadi sangat mendesak bagi sektor keuangan, seperti dilansir dari Keuangan. Melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan, perbankan diharapkan mampu mendeteksi serta menangkal serangan kejahatan siber secara lebih dini dan efektif.

Deputi Komisioner Pengaturan, Perizinan, dan Pengendalian Kualitas Otoritas Jasa Keuangan, Deden Firman Hendarsyah menyatakan bahwa kemajuan teknologi memegang peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan industri perbankan saat ini. Regulasi khusus mengenai penerapan teknologi ini juga tengah menjadi perhatian pihak otoritas.

"Ini nanti kita akan lihat perkembangannya, apakah pada waktunya diperlukan suatu Peraturan OJK (POJK) tentang kecerdasan buatan. Tapi saat ini belum, saat ini kita baru mengeluarkan tentang panduan," kata Deden dalam acara forum banking, Rabu (13/5/2026).

Keseriusan dalam memperkuat lini pertahanan digital dinilai mendesak menyusul posisi kerentanan wilayah siber nasional. Menurut data resmi dari Badan Siber dan Sandi Negara, Indonesia kini berada dalam jajaran sepuluh besar negara yang paling sering menjadi sasaran serangan anomali traffic.

"Entah apa yang menjadikan Indonesia itu menarik bagi para hacker, bagi pelaku kejahatan siber, tapi memang faktanya Indonesia masuk dalam top 10 target anomali traffic," ucapnya.

Transformasi operasional lembaga keuangan juga diproyeksikan akan terus bergeser ke arah digitalisasi secara penuh di masa mendatang. Oleh karena itu, Otoritas Jasa Keuangan meminta para pelaku industri untuk tiada henti memunculkan inovasi baru demi menjamin keselamatan data nasabah.

Artikel terkait

Rekomendasi