Oppo Integrasikan Realme dan OnePlus Guna Tingkatkan Efisiensi Bisnis

Oppo Integrasikan Realme dan OnePlus Guna Tingkatkan Efisiensi Bisnis

Langkah besar diambil oleh Oppo dengan mengintegrasikan unit bisnis dua merek di bawah naungannya, yakni Realme dan OnePlus. Integrasi ini dilakukan sebagai upaya strategis untuk memacu efisiensi perusahaan dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.

Dilansir dari Suara, kabar penggabungan ini pertama kali diungkapkan oleh informan teknologi populer, Digital Chat Station (DCS). Penyatuan ini mencakup berbagai lini krusial mulai dari pengembangan produk hingga sistem pemasaran global.

Sebagai bagian dari raksasa BBK Electronics, Oppo mengelola portofolio merek yang luas termasuk Vivo dan iQOO. Namun, fokus restrukturisasi kali ini diarahkan pada penggabungan potensi Realme dan OnePlus dalam satu wadah unit bisnis baru.

Restrukturisasi ini melahirkan apa yang disebut sebagai unit bisnis sub-seri. Kepemimpinan unit ini dipercayakan kepada CEO Realme, Sky Li, yang akan mengawal arah strategis kedua merek tersebut di masa depan.

Dalam struktur operasional yang baru, tim riset dan pengembangan (R&D), strategi produk, serta pemasaran akan dilebur menjadi satu. Bahkan, layanan purna jual untuk konsumen Realme dan OnePlus kini dikelola sepenuhnya melalui jaringan layanan Oppo.

Li Jie, yang menjabat sebagai Presiden OnePlus China, ditunjuk untuk memimpin pusat produk domestik maupun luar negeri. Ia bertanggung jawab langsung kepada Pete Lau, salah satu pendiri OnePlus yang memiliki peran sentral di struktur pusat.

Dampak Operasional dan Identitas Merek

Meski secara manajerial dan operasional menyatu, Oppo memberikan penegasan bahwa identitas produk masing-masing merek tidak akan hilang. Realme dan OnePlus tetap akan tampil dengan karakteristik unik mereka di pasar smartphone global.

Beberapa bukti integrasi fisik sudah mulai terlihat di lapangan. Laporan dari GSMArena dan AndroidCentral menyebutkan bahwa tim Realme telah berpindah ke kantor pusat Oppo untuk mempermudah koordinasi antar departemen.

Perubahan ini juga menempatkan Xu Qi sebagai pengawas sistem pemasaran dan layanan untuk kedua merek sekaligus. Sebelumnya, ia dikenal sebagai sosok yang menangani strategi pemasaran global untuk Realme.

Konsolidasi ini dinilai sangat krusial, terutama di tengah dinamika pasar smartphone yang penuh ketidakpastian di wilayah tertentu seperti Eropa. Penggabungan sumber daya diharapkan mampu memperkuat posisi tawar perusahaan dalam persaingan industri yang semakin ketat.

Artikel terkait

Rekomendasi