Pebalap KTM Pedro Acosta melayangkan kritik keras terhadap aspek keselamatan dalam pelaksanaan balapan MotoGP Catalunya 2026 di Circuit de Barcelona-Catalunya, Montmelo, pada Minggu (17/5/2026).
Kritik tersebut mencuat setelah balapan yang dilansir dari Detik Sport itu diwarnai drama dua kali bendera merah atau red flag akibat kecelakaan beruntun yang menelan korban cedera.
Insiden fatal pertama terjadi di putaran ke-12 saat Alex Marquez menabrak motor Acosta yang bermasalah di tikungan 10 hingga memaksa Marquez dilarikan ke rumah sakit karena mengalami cedera bahu dan tulang leher.
Setelah balapan diulang, kecelakaan massal kembali terjadi yang menjatuhkan Johann Zarco, Luca Marini, serta Francesco Bagnaia, hingga mengakibatkan Zarco menderita cedera lutut dan leher.
Acosta sendiri akhirnya gagal menyelesaikan balapan akibat terjatuh setelah terlibat senggolan dengan pebalap Raul Fernandez.
Seusai balapan, Acosta segera meluapkan keluhannya terkait kelanjutan balapan yang dipaksakan di tengah situasi berbahaya tersebut.
"Tidak banyak yang bisa dikatakan tentang balapan hari ini. Yang paling penting adalah kami tahu Alex Marquez dan Johann Zarco baik-baik saja, begitu juga dengan pebalap lain yang mengalami kecelakaan. Sekali lagi, kami melewati hari Minggu yang sebenarnya bisa saja berakhir sangat buruk," kata Acosta.
Pebalap asal Spanyol tersebut menyayangkan sikap penyelenggara yang seolah-olah mengabaikan insiden mengerikan yang baru saja menimpa rekan-rekan sesama pebalap di lintasan.
"Ini bukan perasaan yang paling menyenangkan di dunia. Ketika sesuatu seperti yang terjadi hari ini terjadi, rasanya sungguh mengerikan karena kami bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan turun ke lintasan seperti biasa." ujar Acosta.
Meskipun memahami keputusan start ulang yang pertama, ia secara tegas menolak kebijakan untuk melanjutkan balapan setelah adanya bendera merah yang kedua.
"Saya paham bahwa kami harus tetap turun ke lintasan setelah bendera merah (red flag) pertama, tetapi setelah yang kedua... Saya tidak begitu setuju jika kami harus turun dan balapan lagi setelah adanya dua bendera merah." kata Acosta.
Menurut penegasan Acosta, aspek kesehatan dan keselamatan para atlet di atas sirkuit harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan sebuah tontonan.
"Jika dua insiden buruk sudah terjadi dalam balapan yang sama, saya rasa tidak ada gunanya lagi untuk turun ke lintasan. Saya pikir kesehatan orang-orang harus didahulukan daripada sebuah pertunjukan," kata Acosta menambahkan.