Kerumunan massa pencinta horologi memadati gerai Swatch di Grand Indonesia dan Pacific Place, Jakarta, untuk memperebutkan koleksi jam tangan saku Royal Pop Collection pada Sabtu (16/5/2026).
Antrean pembeli yang mengular sejak pagi hari sebelum pusat perbelanjaan dibuka membuat petugas keamanan setempat turun tangan untuk menertibkan situasi, sebagaimana dilansir dari Lifestyle.
Lonjakan jumlah pengunjung yang drastis di berbagai belahan dunia memicu respons resmi dari pihak produsen melalui media sosial demi menjaga ketertiban.
"Untuk memastikan keselamatan pelanggan dan staf kami di toko Swatch, kami mohon Anda tidak terburu-buru datang ke toko kami dalam jumlah besar untuk mendapatkan produk ini," tulis Swatch.
Perusahaan menegaskan bahwa persediaan produk kolaborasi ini masih akan dipasok secara berkala untuk memenuhi permintaan pasar dalam beberapa waktu ke depan.
"The Royal Pop Collection akan tetap tersedia selama beberapa bulan. Di beberapa negara, antrean lebih dari 50 orang tidak dapat diterima, dan penjualan mungkin perlu dihentikan," lanjut Swatch.
Koleksi hasil kolaborasi dua jenama asal Swiss tersebut memadukan elemen desain Royal Oak milik Audemars Piguet dengan modularitas lini POP Swatch berbahan Bioceramic.
Setiap unit jam saku ini digerakkan oleh mesin mekanis hand-wound SISTEM51 yang memiliki cadangan daya 90 jam dan dilengkapi pegas Nivachron™ penangkal medan magnet.
Hadir dalam delapan varian warna dengan aksesori lanyard terintegrasi, produk inovatif ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 8 jutaan di lokasi penjualan terkait.