Nvidia Raup Pendapatan 81 Miliar Dolar AS Tengah Ancaman Kompetitor

Nvidia Raup Pendapatan 81 Miliar Dolar AS Tengah Ancaman Kompetitor

Raksasa teknologi Amerika Serikat, Nvidia Corp, membukukan lonjakan pendapatan kuartal pertama fiskal yang berakhir 26 April 2026 sebesar 81,62 miliar dolar AS di tengah akselerasi infrastruktur kecerdasan buatan global.

Pencapaian yang melampaui estimasi Wall Street sebesar 78,86 bilyar dolar AS tersebut didorong oleh bisnis pusat data yang menyumbang rekor 75,2 miliar dolar AS. Meski demikian, saham perusahaan justru mengalami penurunan pasca-penutupan perdagangan akibat kekhawatiran investor terhadap potensi persaingan dari para pelanggan besarnya yang mulai mengembangkan chip mandiri.

Nvidia melaporkan laba bersih GAAP melonjak 211 persen menjadi 58,3 miliar dolar AS dengan laba per saham sebesar 1,87 dolar AS. Perusahaan juga mengumumkan tambahan program pembelian kembali saham senilai 80 miliar dolar AS dan menaikkan dividen tunai triwulanan menjadi 25 sen per saham.

Chief Executive Officer Nvidia, Jensen Huang, menjelaskan bahwa lonjakan permintaan ini didorong oleh kehadiran sistem kecerdasan buatan yang mampu bekerja secara mandiri secara masif di berbagai sektor industri.

"Demand has gone parabolic," kata Jensen Huang, Chief Executive Officer Nvidia.

Nvidia mengonfirmasi peningkatan keterlibatan platform mereka pada model-model kecerdasan buatan frontier terbesar di dunia, termasuk Anthropic, OpenAI, SpaceXAI, Meta, dan Google Gemini.

"The reason is simple: the era of agentic AI is here," cetus Jensen Huang, Chief Executive Officer Nvidia.

Pihak manajemen Nvidia juga memproyeksikan pengeluaran global untuk infrastruktur kecerdasan buatan akan menyentuh angka 3 triliun hingga 4 triliun dolar AS per tahun pada akhir dekade ini.

"The buildout of AI factories is accelerating at extraordinary speed," kata Jensen Huang, Chief Executive Officer Nvidia.

Nvidia juga memaparkan rencana ekspansi produk baru mereka, termasuk arsitektur prosesor masa depan bernama Vera Rubin yang dijadwalkan meluncur pada paruh kedua tahun ini.

"The world is rebuilding computing for agentic AI and robotic physical AI," tutur Jensen Huang, Chief Executive Officer Nvidia.

Platform baru tersebut diklaim sebagai lompatan generasi yang dapat mempercepat pembangunan pabrik kecerdasan buatan di seluruh dunia meskipun pasokannya diprediksi akan sangat terbatas.

"We built it ahead of this moment so that when agentic AI arrived, Nvidia would be ready," imbuh Jensen Huang, Chief Executive Officer Nvidia.

Di sisi lain, Nvidia memproyeksikan pendapatan kuartal kedua mencapai sekitar 91 miliar dolar AS tanpa memperhitungkan potensi penjualan chip pusat data ke pasar Tiongkok akibat kendala regulasi ekspor dari Washington.

"Nvidia is the only platform that runs every frontier AI model," klaim Jensen Huang, Chief Executive Officer Nvidia.

Mengenai akuisisi teknologi senilai 20 miliar dolar AS, Nvidia menyatakan bahwa produk chip pemrosesan bahasa kustom terbaru mereka masih memerlukan waktu untuk diadopsi secara luas di pasar.

"will be a niche product for some time," ungkap Jensen Huang, Chief Executive Officer Nvidia.

Pengembangan perangkat keras kustom tersebut dirancang khusus untuk kebutuhan latensi rendah meskipun memiliki throughput yang tidak terlalu besar.

"LPX is designed for low latency and high token rate, but its throughput is low," urai Jensen Huang, Chief Executive Officer Nvidia.

Produk interkoneksi data center berskala besar tersebut saat ini difokuskan untuk menangani beban kerja komputasi spesifik yang membutuhkan respons instan.

"The use case for LPX is not broad," tambah Jensen Huang, Chief Executive Officer Nvidia.

Terlepas dari performa keuangan yang kuat, penurunan saham Nvidia dinilai merupakan dampak dari ekspektasi pasar yang terlampau tinggi terhadap emiten dengan kapitalisasi pasar mencapai 5,3 triliun dolar AS tersebut.

"Nvidia represents 8% of the S&P 500. Unless there's a belief in this continued parabolic growth it's difficult for investors to get super excited, although Nvidia posted outstanding numbers," kata Ruth Foxe-Blader, Managing Partner Citrine Venture Partners.

Para investor cenderung langsung merealisasikan keuntungan sesaat setelah laporan keuangan resmi dirilis karena nilai saham telah reli lebih dulu sebelum pengumuman.

"But it's just investors seeking that hypergrowth, which is indicating an early sell-off," sambung Ruth Foxe-Blader, Managing Partner Citrine Venture Partners.

Analis pasar lainnya sepakat bahwa tingginya standar yang ditetapkan pada emiten penentu arah tren kecerdasan buatan ini membuat pergerakan saham menjadi sangat sensitif.

"the bar is very high for the artificial intelligence bellwether which has made a habit out of delivering incredibly impressive results," ujar Victoria Scholar, Head of Investment Interactive Investor.

Kekhawatiran jangka panjang juga muncul seiring pergeseran lanskap pusat data di mana penyedia layanan cloud skala besar mulai memproduksi sirkuit terpadu spesifik aplikasi sendiri.

"Plus investors 'bought the rumour, sold the fact' as shares had already rallied ahead of earnings," lanjut Victoria Scholar, Head of Investment Interactive Investor.

Dalam dokumen pelaporan keuangan 10-Q resmi, Nvidia mengakui adanya risiko penurunan permintaan jika para pelanggan besar tersebut berhasil memproduksi chip kustom yang dioptimalkan sendiri.

"There are some concerns among Nvidia investors about the growing threat of competition as the data centre landscape shifts and hyperscalers develop their own chips," pungkas Victoria Scholar, Head of Investment Interactive Investor.

Nvidia juga menyatakan dalam laporan tersebut bahwa langkah para raksasa teknologi yang memproduksi silikon mandiri berisiko mengganggu kemampuan perusahaan dalam mengamankan kapasitas produksi di pabrik pengecoran sekunder.

"Some of our customers are developing their own ASICs and other products, including designs optimized for certain workloads that may not require all of the features and functionality our data center systems provide," tulis Nvidia dalam dokumen laporan keuangan.

Di samping ancaman kompetisi internal dari para pelanggannya, lanskap persaingan layanan komputasi awan berbasis kecerdasan buatan juga diprediksi semakin ketat.

"Some of our customers may offer cloud-based services that compete with our AI cloud service offerings, and we may not be able to establish market share sufficient to achieve the scale necessary to meet our business objectives," tambah Nvidia dalam dokumen tersebut.

Faktor keterbatasan pasokan bahan baku yang langka di pasar global turut menjadi sorotan manajemen dalam mempertahankan stabilitas bisnis jangka panjang mereka.

"If we are unable to successfully compete in this environment, demand for our products, services, and technologies could decrease, which may negatively impact our business," tegas Nvidia dalam pelaporan tertulisnya.

Di sisi lain, perusahaan juga mencatat potensi hambatan operasional apabila tidak mampu memenangkan persaingan perebutan kapasitas lini produksi di tengah ekosistem manufaktur yang ketat.

"impinge on our ability to procure sufficient foundry capacity and scarce input materials during a supply-constrained environment, which could harm our business," bunyi pernyataan akhir Nvidia dalam dokumen keuangan tersebut.

Untuk mengantisipasi tantangan geopolitik di Tiongkok, Nvidia mengonfirmasi belum mencatatkan pendapatan dari penjualan chip pusat data di bawah skema aturan ekspor terbaru saat ini.

"My sense is we will be supply-constrained throughout the entire life of Vera Rubin," sebut Jensen Huang, Chief Executive Officer Nvidia.

Sementara itu, ekspansi ke wilayah Asia Tenggara terus diperkuat melalui kerja sama pembangunan pusat riset kecerdasan buatan baru di Singapura untuk meningkatkan efisiensi infrastruktur regional.

"agentic AI has arrived," pungkas Jensen Huang, Chief Executive Officer Nvidia.

Jon Gray selaku President dan COO Blackstone mengonfirmasi investasi modal ekuitas sebesar 5 miliar dolar AS pada perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan baru yang berpusat pada pemanfaatan unit pemrosesan tensor eksternal Google.

"This new company has enormous potential as it helps to meet the unprecedented demand for compute," kata Jon Gray, President dan COO Blackstone.

Sebagai perbandingan performa likuiditas, Nvidia mencatat arus kas bebas triwulanan tumbuh mencapai 48,6 miliar dolar AS dari periode kuartal sebelumnya yang sebesar 34,9 miliar dolar AS.

"By effectively excluding China and conceding that market to Huawei, Nvidia is demonstrating that global AI demand outside China is more than enough to sustain its growth," pungkas Alvin Nguyen, Senior Analyst Forrester.

Langkah diversifikasi bisnis ke sektor korporasi non-teknologi dan pemerintahan daerah kini menjadi fokus prioritas Nvidia guna menyeimbangkan portofolio pendapatan mereka di masa mendatang.

Artikel terkait

Rekomendasi