Pentagon Konfirmasi Penggunaan Senjata Energi Terarah Melalui Media Sosial

Pentagon Konfirmasi Penggunaan Senjata Energi Terarah Melalui Media Sosial

Departemen Perang Amerika Serikat atau Pentagon secara resmi mengumumkan penggunaan senjata energi terarah (DEW) yang mampu melumpuhkan perangkat elektronik serta personel militer musuh melalui unggahan di media sosial pada Sabtu (4/5). Pengumuman ini menjadi konfirmasi atas pengembangan teknologi canggih yang selama ini menjadi spekulasi para peneliti.

Kepala Pejabat Teknologi Departemen Perang, Emil Michael, merilis perkembangan tersebut melalui platform X bertepatan dengan perayaan Hari Star Wars Nasional, sebagaimana dilansir dari Detik iNET. Pengumuman ini menyertakan visualisasi persenjataan yang memancarkan sinar laser serta dampaknya terhadap tentara di medan perang.

"Senjata energi terarah adalah tambahan yang bagus untuk persenjataan kami..." bunyi unggahan Emil Michael, Kepala Pejabat Teknologi Departemen Perang.

Instrumen perang ini memanfaatkan radiasi elektromagnetik pekat atau partikel subatomik untuk menetralisir ancaman seperti drone. Selain penggunaan langsung oleh militer, Pentagon dilaporkan telah mengajukan anggaran sebesar USD 789,7 juta untuk mendanai pengembangan kampanye senjata energi ini sepanjang tahun fiskal 2025.

Pengembangan teknologi ini melibatkan pihak swasta, termasuk perusahaan AeroVironment yang memproduksi sistem Locust X3. Sistem tersebut dirancang untuk menembakkan sinar dengan kecepatan cahaya guna melumpuhkan objek terbang tanpa awak secara instan.

Di sisi lain, pengumuman ini memicu kembali diskusi mengenai mendiang ilmuwan Amy Eskridge yang sempat memperingatkan bahaya teknologi tersebut sebelum wafat pada tahun 2022. Eskridge, yang meneliti fenomena anomali tak dikenal, mengklaim dirinya pernah menjadi sasaran serangan senjata gelombang mikro di kediamannya.

Pernyataan Eskridge mendapatkan dukungan dari Franc Milburn, pensiunan perwira intelijen Inggris, yang melakukan investigasi mandiri terhadap luka-luka yang diderita sang ilmuwan. Milburn menyimpulkan adanya keterlibatan pihak industri kedirgantaraan swasta dalam kasus tersebut guna melindungi data keamanan yang sensitif.

Temuan terkait dugaan serangan energi terhadap warga sipil ini telah diserahkan oleh Milburn kepada Kongres AS pada tahun 2023. Hingga saat ini, Eskridge tercatat sebagai salah satu dari sebelas peneliti keamanan nasional Amerika Serikat yang meninggal dunia secara misterius setelah mendalami penelitian mengenai fenomena anomali.

Artikel terkait

Rekomendasi