Buku Pintar Puasa Wajib Sunah Ungkap Perbedaan Amalan Zulhijah

Buku Pintar Puasa Wajib Sunah Ungkap Perbedaan Amalan Zulhijah

Umat Muslim diimbau memahami perbedaan waktu pelaksanaan dan niat antara puasa Tarwiyah serta puasa Arafah menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Penjelasan mengenai kedua amalan sunah bulan Zulhijah ini dimuat dalam Buku Pintar Puasa Wajib & Sunah (2018) karya Nur Solikhin yang dilansir cnnindonesia.com pada Selasa (19/5/2026).

Persamaan kedua ibadah tersebut terletak pada waktu pengerjaan yang bertepatan dengan momen sebagian umat Islam melaksanakan ibadah haji di Makkah. Namun, terdapat perbedaan signifikan pada tanggal pelaksanaannya. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Zulhijah atau sehari sebelum wukuf, sedangkan puasa Arafah ditunaikan pada 9 Zulhijah saat jemaah haji melakukan wukuf di Padang Arafah.

Mengenai panduan pelaksanaan, buku Fiqih Puasa (2025) oleh Thoat Stiawan et al. menyebutkan metode pengerjaan kedua amalan ini serupa dengan puasa sunah lainnya. Perbedaan mendasar hanya terletak pada lafal niat masing-masing puasa. Masyarakat Muslim juga sangat dianjurkan untuk menyantap makan sahur sebelum berpuasa demi mengejar keberkahan ibadah.

Rasulullah Saw. bersabda:

"Makan sahurlah kalian, karena dalam sahur terdapat keberkahan." (HR. Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095)

Selain sahur, umat Islam yang berpuasa diwajibkan menjaga ucapan dan perilaku dari perbuatan maksiat seperti gibah dan amarah berlebihan. Ketika waktu Magrib tiba, berbuka puasa disunahkan menggunakan kurma atau air putih.

Terdapat doa berbuka puasa yang menganjurkan umat Muslim memohon berkah atas rezeki yang diterima.

Umat Islam dapat membaca doa berbuka sebagai berikut:

"Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

Selain itu, terdapat juga riwayat lain dari Abu Daud mengenai hilangnya rasa dahaga setelah berpuasa.

Doa riwayat Abu Daud tersebut berbunyi:

"Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap insya Allah."

Mengingat Hari Arafah merupakan salah satu waktu mustajab, umat Muslim dianjurkan mengoptimalkan momen puasa Arafah dengan memperbanyak zikir dan doa.

Mengenai keutamaan waktu tersebut, terdapat penegasan dalam sebuah hadis.

Hadis tersebut menyatakan:

"Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah." (HR. Tirmidzi no. 3585)

Artikel terkait

Rekomendasi