Perbedaan Sikap Anak pada Orangtua Merupakan Proses Perkembangan Normal

Perbedaan Sikap Anak pada Orangtua Merupakan Proses Perkembangan Normal

Anak-anak sering menunjukkan perbedaan perilaku yang signifikan saat berinteraksi dengan ayah dibandingkan dengan ibu sebagai bagian dari proses perkembangan normal mereka yang unik. Fenomena ini dipengaruhi oleh cara anak membaca situasi dan kenyamanan emosional yang mereka rasakan terhadap masing-masing orangtua, Jumat (8/5/2026).

Psikolog klinis Emily Edlynn, PhD, menjelaskan bahwa perbedaan sikap tersebut tidak mengindikasikan adanya kesalahan dalam pola asuh yang diterapkan. Hal ini merupakan cerminan dari karakteristik hubungan yang berbeda-beda dalam satu lingkungan keluarga, sebagaimana dilansir dari Lifestyle.

"Setiap hubungan orangtua dan anak dalam sebuah keluarga adalah unik, dan itu tidak berarti yang satu lebih baik atau lebih buruk daripada yang lain," kata Edlynn, PhD.

Edlynn menambahkan bahwa karakteristik dari setiap hubungan tersebut secara alami akan membentuk respons perilaku anak yang tidak seragam. Anak akan menyesuaikan diri berdasarkan pengamatan mereka terhadap kebiasaan orangtua setiap harinya.

"Dalam setiap hubungan, anak-anak kemungkinan akan berperilaku agak berbeda karena karakteristik unik dari hubungan tersebut," lanjut Edlynn, PhD.

Anak-anak diketahui sangat mahir dalam membaca situasi di rumah, termasuk mengenali siapa orangtua yang lebih tegas atau yang lebih mudah diajak bernegosiasi. Pola perilaku ini kemudian diperkuat secara terus-menerus oleh lingkungan dan emosi mereka.

"Pola perilaku anak terus-menerus diperkuat oleh lingkungan mereka. Emosi mereka juga berperan, sehingga cara mereka berhubungan dengan setiap orang dewasa dapat membentuk cara mereka merespons," ujar Edlynn, PhD.

Faktor lain yang memengaruhi adalah rasa aman secara emosional, di mana anak cenderung meluapkan emosi kepada sosok yang membuat mereka merasa paling nyaman. Hal ini menyebabkan orangtua yang paling aktif secara emosional sering menjadi sasaran ledakan rasa frustrasi anak.

"Orangtua yang paling aktif berhubungan dengan anak pada tingkat emosional sering kali menjadi penerima ledakan emosi dan perilaku anak," kata Edlynn, PhD.

Penelitian juga menunjukkan bahwa intensitas kehadiran memengaruhi tingkat kepatuhan, di mana anak cenderung lebih penurut kepada orangtua yang jarang mereka temui. Meskipun memberikan respons yang sama, dampak perkembangan yang dihasilkan dari setiap orangtua tetap bisa berbeda.

"Setiap orangtua memberikan manfaat yang berbeda untuk setiap anak, dan itu tidak masalah," ujar Edlynn, PhD.

Untuk menjaga keseimbangan, orangtua disarankan untuk menyamakan pandangan mengenai aturan kunci dan rutinitas harian. Komunikasi yang baik dan sikap saling mendukung di depan anak akan menciptakan lingkungan yang lebih tenang bagi perkembangan buah hati.

Artikel terkait

Rekomendasi