Masyarakat di seluruh dunia memperingati berbagai peristiwa penting setiap tanggal 10 Mei yang mencakup isu kesehatan, kelestarian lingkungan, hingga sejarah nasional. Meski bukan merupakan hari libur di Indonesia, tanggal ini menyimpan makna edukasi dan refleksi bagi publik.
Salah satu peringatan utama yang menjadi sorotan global adalah Hari Lupus Sedunia. Agenda tahunan ini dicanangkan pertama kali pada 2004 oleh Lupus Canada bersama 13 organisasi lupus internasional untuk memberikan pemahaman lebih luas mengenai penyakit autoimun tersebut.
Dilansir dari Suara, penyakit lupus merupakan kondisi kronis saat sistem kekebalan tubuh justru menyerang organ serta jaringan sehat milik sendiri. Gejala yang muncul sangat beragam, mulai dari nyeri sendi, kelelahan ekstrem, hingga gangguan serius pada jantung dan otak.
Di Indonesia, tantangan utama bagi penderita lupus adalah keterlambatan diagnosis karena gejalanya sering menyerupai penyakit lain. Data menunjukkan bahwa penyakit ini lebih berisiko menyerang perempuan pada rentang usia produktif antara 15 hingga 45 tahun.
Melalui kampanye "Make Lupus Visible", publik didorong untuk mengenali gejala sejak dini dan menghilangkan stigma terhadap penderita. Komunitas seperti Lupus Indonesia kerap mengadakan sesi berbagi informasi untuk memberikan dukungan emosional bagi para pejuang lupus.
Selain bidang kesehatan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menetapkan 10 Mei sebagai Hari Internasional Argania sejak tahun 2021. Peringatan ini bertujuan mendukung pelestarian pohon argan yang merupakan spesies endemik dari Maroko.
Pohon argan memiliki nilai ekonomi yang tinggi karena bijinya menghasilkan minyak yang sering dijuluki sebagai "cairan emas". Minyak ini banyak dimanfaatkan dalam industri kecantikan, kesehatan, hingga dunia kuliner global.
Konservasi hutan argan menjadi sangat krusial di tengah ancaman perubahan iklim dan deforestasi. Selain menjaga keanekaragaman hayati, pelestarian ini mendukung kehidupan masyarakat lokal, terutama perempuan yang menjadi tulang punggung produksi minyak argan.
Di dalam negeri, tanggal 10 Mei memiliki keterkaitan erat dengan sejarah pertahanan udara. Bangsa Indonesia memperingati hari jadi Komando Operasi Udara Nasional (Koopsudnas) setiap tanggal tersebut untuk mengenang kesiapsiagaan TNI Angkatan Udara.
Peringatan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kedaulatan wilayah udara nasional. Secara historis, bulan Mei memang kerap diwarnai peristiwa besar di tanah air, termasuk dinamika yang terjadi menjelang era Reformasi 1998.
Beberapa negara di wilayah Amerika Latin, seperti Meksiko, menjadikan 10 Mei sebagai perayaan Hari Ibu. Di Amerika Serikat, meskipun Mother’s Day jatuh pada Minggu kedua Mei, momentumnya sering kali berdekatan atau bertepatan dengan tanggal ini.
Terdapat pula perayaan Mother Ocean Day atau Hari Ibu Laut yang menekankan pentingnya menjaga ekosistem lautan sebagai sumber kehidupan. Selain itu, ada beberapa agenda unik lainnya seperti Hari Tanpa Kaos Kaki hingga Hari Membersihkan Kamar yang turut mewarnai kalender internasional.
Berbagai peringatan pada 10 Mei mengajarkan kepedulian terhadap sesama dan alam sekitar. Masyarakat dapat berpartisipasi dengan menyebarkan informasi akurat mengenai kesehatan atau mulai mengadopsi gaya hidup yang lebih ramah lingkungan sebagai aksi nyata.