Persib Bandung Siapkan Rute Konvoi Juara Lewati Titik Sejarah

Persib Bandung Siapkan Rute Konvoi Juara Lewati Titik Sejarah

Rencana arak-arakan kemenangan Persib Bandung mulai dimatangkan jelang laga krusial penentu gelar juara. Klub berjuluk Pangeran Biru ini berpeluang besar mengunci trofi Super League 2025-2026 pada pertandingan pamungkas melawan Persijap Jepara.

Pertandingan penentu antara Persib menghadapi Persijap dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 23 Mei 2026, dengan waktu sepak mula pukul 16.00 WIB. Dikutip dari Bola, skuad Maung Bandung hanya memerlukan hasil imbang untuk mengamankan gelar kelima sepanjang sejarah liga profesional sekaligus trofi ketiga secara beruntun.

Director Persib, Adhitia Putra Herawan, mengungkapkan bahwa agenda konvoi perayaan juara telah dipersiapkan secara mendetail bersama para pemangku kepentingan. Kegiatan selebrasi tersebut rencananya akan dilangsungkan satu hari setelah pertandingan terakhir usai.

Jalur pawai direncanakan bergerak dari Gedung Sate menuju Pendopo yang terletak di kawasan Alun-alun Kota Bandung. Rute spesifik yang akan dilewati meliputi Gedung Sate, Jalan Banda, Jalan Riau, Jalan Merdeka, menuju Jalan Perintis Kemerdekaan via Viaduct, Jalan Lembong, Jalan Veteran, hingga berakhir di Jalan Asia Afrika.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa pemilihan rute kali ini sengaja dirancang untuk melintasi tiga lokasi yang memiliki nilai sejarah kuat di Kota Bandung. Kawasan yang dimaksud adalah Patung Sepak Bola atau Patung Adjat, Titik Nol Kilometer di Jalan Asia Afrika, serta Gedung Merdeka.

"Jadi rutenya besok itu Insya Allah kalau kami juara konvoinya mulai dari Gedung Sate berakhirnya di Pendopo," kata Adhitia.

"Kalau sebelumnya kan dari dari Balai Kota ke Gedung Sate, kalau nanti dari Gedung Sate ke Pendopo. Jadi tujuannya adalah kami mau mengenalkan tiga titik bersejarah Kota Bandung."

"Pertama itu Patung Sepak Bola Patung Ajat di Lembong, kedua titik nol di Asia Afrika, dan ketiga itu di Gedung Merdeka. Nanti Insya Allah ada prosesi angkat pialanya itu di JPO di Gedung Merdeka," paparnya.

Faktor keselamatan juga menjadi perhatian utama dalam penyusunan jalur ini, di mana iring-iringan dipastikan tidak akan melintasi pintu perlintasan kereta api. Guna mengantisipasi kerawanan tersebut, rekayasa lalu lintas berupa sistem lawan arah akan diterapkan saat rombongan melintasi kawasan Viaduct.

"Gedung Sate itu di Barat, di depan masjid. Titik startnya di sana, parkir Barat. Jadi dari sana rutenya adalah ke Banda, belok kanan ke Riau, belok kiri ke Merdeka ke bawah, belok kanan ke Perintis Kemerdekaan, enggak lurus karena ada rel kereta api," tuturnya.

"Jadi kita ngelawan arah ke Perintis Kemerdekaan, lewat kolong jembatan viaduk, belok kiri ke Lembong, nah di situ ada patung sepak bola, Patung Adjat, belok kanan ke Veteran, berhenti di Asia Afrikanya titik nol, belok kanan Asia Afrika terus jalan sampai nanti Gedung Merdeka ada JPO, nanti pemain turun di situ naik ke JPO, angkat piala di JPO."

"Turun, finish jalan kaki mereka 200 meter lah jalan kaki ke Pendopo," urainya.

Melalui rute yang melewati kawasan bersejarah Asia Afrika ini, manajemen menyisipkan harapan agar prestasi klub dapat berbicara lebih banyak di tingkat internasional pada musim mendatang.

"Kami juga ingin memperkenalkan area bersejarah Kota Bandung dan harapannya karena itu akan melewati jalur Asia Afrika, mudah-mudahan musim depan kita berprestasi lebih jauh di Asia lah. Doanya seperti itu," ucapnya.

Artikel terkait