Sejumlah perusahaan media sosial terbesar dunia sepakat membayar uang damai total USD 27 juta atau sekitar Rp 418 miliar untuk menyelesaikan gugatan distrik sekolah pedesaan di Kentucky, Amerika Serikat. Langkah hukum ini diambil setelah platform mereka dituduh memicu sifat adiktif dan menciptakan krisis kesehatan mental remaja, dilansir dari Detik iNET pada Selasa (2/6/2026).
Penyelesaian finansial ini melibatkan beberapa korporasi teknologi raksasa dengan nominal yang bervariasi. Pemilik Instagram dan Facebook, Meta, menggelontorkan dana paling besar senilai USD 9 juta atau sekitar Rp 160,6 miliyar berdasarkan dokumen keterbukaan informasi negara bagian.
Sementara itu, Snap Inc dan TikTok masing-masing menyepakati pembayaran sebesar USD 8 juta atau sekitar Rp 142,7 miliar. Google selaku induk YouTube membayar nilai paling rendah setelah proses negosiasi, yaitu sebesar USD 2 juta atau sekitar Rp 35,6 miliar.
Meskipun membayar nilai paling kecil, Google menjadi satu-satunya entitas yang bersedia mengadakan program pelatihan di distrik tersebut. Program ini ditujukan untuk melatih para guru agar dapat memanfaatkan produk video Google secara lebih optimal di dalam lingkungan kelas.
Kesepakatan damai ini sejatinya telah diumumkan sejak awal Mei 2026 tanpa rincian nominal keuangan kepada publik. Melalui komitmen pembayaran ini, para raksasa teknologi berhasil menghindari persidangan perdana yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni 2026 di Pengadilan Federal Oakland, California.
Kendati demikian, penyelesaian kasus di Breathitt County ini tidak menghentikan gelombang tuntutan hukum lainnya. Saat ini terdapat lebih dari 1.300 distrik sekolah lain yang mengajukan gugatan serupa dan tengah menanti jadwal persidangan berikutnya pada Februari 2027.
Langkah perdamaian ini memicu spekulasi bahwa perusahaan teknologi bersikap terbuka terhadap penyelesaian massal di masa mendatang. Total seluruh tuntutan hukum yang tersisa diperkirakan dapat mencapai biaya hingga USD 400 miliar menurut data Bloomberg Intelligence.
Pihak korporasi menyatakan kesiapan mereka untuk terus meningkatkan aspek keamanan platform bagi para pengguna. Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan perusahaan melalui sebuah pernyataan tertulis yang dilansir dari Yahoo Finance.