Masyarakat global memperingati Hari Ibu pada Minggu, 10 Mei 2026, dengan membagikan berbagai pesan kasih sayang dan kutipan inspiratif untuk menghormati peran perempuan dalam keluarga. Momentum tahunan ini dimanfaatkan untuk menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan tanpa syarat yang diberikan ibu selama ini.
Peringatan tahun ini menonjolkan beragam ekspresi penghargaan, mulai dari ucapan personal hingga kata-kata mutiara dari penulis dan tokoh ternama. Dilansir dari Times of India, koleksi pesan tersebut bertujuan membantu individu mengungkapkan perasaan yang seringkali sulit disampaikan dalam rutinitas harian.
Beberapa pesan personal menekankan pada fondasi karakter dan kesabaran seorang ibu dalam membesarkan anak-anaknya. Pesan tersebut mencerminkan pengakuan atas pengorbanan tanpa pamrih yang dilakukan demi keharmonisan rumah tangga.
"Happy Mother's Day, Mom.Thanks for loving me even when I was totally unlovable, and for cheering me on when things finally went right." ujar salah satu kutipan pesan yang disediakan.
Selain pesan pribadi, sejumlah kutipan dari tokoh literasi dan publik turut dibagikan untuk merepresentasikan kekuatan serta kelembutan figur ibu. Penulis Jodi Picoult menggambarkan sosok ibu sebagai figur yang memiliki keteguhan luar biasa di balik kelembutannya.
“My Mother: She is beautiful, softened at the edges and tempered with a spine of steel. I want to grow old and be like her.” kata Jodi Picoult.
Tokoh lain seperti Maya Angelou mengibaratkan kekuatan seorang ibu dengan fenomena alam yang dahsyat namun teratur. Hal ini menegaskan posisi ibu sebagai pilar utama dalam kehidupan seorang anak.
“To describe my mother would be to write about a hurricane in its perfect power.” tulis Maya Angelou.
George Eliot memberikan pandangan mengenai awal kehidupan yang dimulai dari kasih sayang seorang ibu sejak masa kecil. Pandangan ini selaras dengan prinsip bahwa cinta pertama seorang manusia berasal dari orang tuanya.
“Life began with waking up and loving my mother’s face.” ungkap George Eliot.
Penyair Rumi juga menekankan bahwa eksistensi manusia berakar dari cinta, yang dalam konteks ini diwujudkan melalui sosok ibu. Cinta tersebut dianggap sebagai asal muasal kelahiran setiap individu.
“We are born of love; love is our mother.” ucap Rumi.
Penulis Amy Tan menyoroti peran emosional ibu yang memenuhi hati anak sejak pertama kali mereka mengenal dunia. Sementara itu, Emily Dickinson menggambarkan ibu sebagai tempat berlindung utama saat seseorang menghadapi kesulitan.
“A mother is the one who fills your heart in the first place.” sebut Amy Tan.
Emily Dickinson menambahkan perspektif mengenai peran ibu sebagai pelindung dalam situasi sulit bagi setiap anak.
“Mother is one to whom you hurry when you are troubled.” tutur Emily Dickinson.
Kahlil Gibran memuji kata 'Ibu' sebagai kata paling indah yang pernah diucapkan oleh umat manusia. Dalam karyanya, Victor Hugo juga menggambarkan dekapan ibu yang penuh kelembutan sebagai tempat tidur paling lelap bagi anak-anak.
“Mother: the most beautiful word on the lips of mankind.” kata Kahlil Gibran.
Victor Hugo memberikan ilustrasi mengenai rasa aman yang diberikan oleh seorang ibu melalui dekapannya.
“A mother’s arms are made of tenderness and children sleep soundly in them.” tulis Victor Hugo.
Mitch Albom menekankan bahwa memandang seorang ibu sama dengan melihat bentuk cinta paling murni yang pernah ada. Robert Browning melengkapi pandangan tersebut dengan menyatakan bahwa seluruh cinta bermula dan berakhir pada peran keibuan.
“When you look at your mother, you are looking at the purest love you will ever know.” ujar Mitch Albom.
Robert Browning menggarisbawahi esensi keibuan sebagai pusat dari segala bentuk kasih sayang dalam kehidupan.
“Motherhood: All love begins and ends there.” kata Robert Browning.
N. K. Jemisin menyatakan bahwa dalam pandangan seorang anak, ibu merupakan sosok yang sangat diagungkan. Sedangkan Louisa May Alcott menyoroti kemampuan pengampunan seorang ibu yang tidak terbatas terhadap kesalahan anaknya.
"In a child’s eyes, a mother is a goddess.” sebut N. K. Jemisin.
Louisa May Alcott menggambarkan keterbukaan hati seorang ibu yang selalu bersedia menerima kembali anaknya dalam kondisi apa pun.
“Mothers can forgive anything! Tell me all, and be sure that I will never let you go.” ungkap Louisa May Alcott.
Tokoh sejarah Abraham Lincoln mengakui bahwa seluruh pencapaian dan harapannya merupakan hutang budi kepada ibunya yang ia sebut sebagai malaikat. Kristin Hannah juga melihat hubungan ibu dan anak sebagai koneksi yang memperkuat struktur kehidupan.
“All that I am, or hope to be, I owe to my angel mother.” kata Abraham Lincoln.
Kristin Hannah mengibaratkan peran ibu sebagai tulang punggung yang menjaga anak-anaknya tetap teguh dan jujur dalam menjalani hidup.
“As mothers and daughters, we are connected with one another. My mother is the bones of my spine, keeping me straight and true.” tulis Kristin Hannah.
Penulis Roald Dahl memberikan catatan unik mengenai kasih sayang ibu yang tetap melihat keajaiban pada anaknya meski dalam kondisi yang paling tidak menyenangkan sekalipun. J.K. Rowling menambahkan bahwa cinta yang mendalam dari seorang ibu memberikan perlindungan abadi bagi seseorang.
“It’s a funny thing about mothers… even when their own child is the most disgusting little blister you could ever imagine, they still think that he or she is wonderful.” tutur Roald Dahl.
J.K. Rowling menjelaskan dampak jangka panjang dari kasih sayang ibu sebagai pelindung bagi jiwa sang anak selamanya.
“Love as powerful as your mother’s for you leaves its own mark. To have been loved so deeply… will give us some protection forever.” ungkap J.K. Rowling.
Barbara Kingsolver berpendapat bahwa kekuatan keibuan seringkali melampaui hukum alam. Harriet Beecher Stowe mencatat bahwa sebagian besar ibu merupakan filsuf yang menggunakan insting dalam menjalani perannya.
“Sometimes the strength of motherhood is greater than natural laws.” kata Barbara Kingsolver.
Harriet Beecher Stowe memberikan apresiasi terhadap kebijaksanaan alamiah yang dimiliki oleh para ibu dalam menghadapi tantangan hidup.
“Most mothers are instinctive philosophers.” ujar Harriet Beecher Stowe.
Gloria Steinem menyebut menjadi seorang ibu sebagai petualangan paling utama dalam hidup. Terakhir, Cardinal Mermillod menegaskan keunikan posisi ibu yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh siapapun di dunia ini.
“Motherhood is the ultimate adventure.” sebut Gloria Steinem.
Cardinal Mermillod menutup pandangan tersebut dengan menekankan eksklusivitas peran seorang ibu dalam struktur sosial dan emosional manusia.
“A mother is the one who can take the place of all others but whose place no one else can take.” tutup Cardinal Mermillod.