Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton di Kabupaten Semarang menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan ke-3 Indonesia’s Horse Racing (IHR) 2026 bertajuk Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 pada Minggu (10/5/2026).
Ajang ini menjadi momen krusial bagi para peserta karena merupakan perebutan perdana Piala Raja Mangkunegaran sekaligus laga penentu dalam rangkaian gelar Triple Crown Indonesia. Dilansir dari Detik Travel, kompetisi tersebut menghadirkan 18 kelas perlombaan yang berbeda.
Managing Director SARGA Group, Nugdha Achadie, mengonfirmasi bahwa terdapat 147 kuda yang berasal dari 12 wilayah di Indonesia turut berpartisipasi. Para peserta memperebutkan total hadiah uang tunai senilai Rp 600 juta dalam turnamen bergengsi ini.
"Perebutan perdana Piala Raja Mangkunegaran ini merupakan seri pertama dari King’s Cup Series atau Seri Piala Raja dalam rangkaian IHR 2026, yang bertujuan untuk meningkatkan prestige pacuan kuda di Indonesia sebagai sebuah warisan tradisi dan budaya yang patut dilestarikan dan dikembangkan menjadi bagian dari kebanggaan nasional," jelas Nugdha Achadie, Managing Director SARGA Group.
Nugdha menambahkan bahwa acara ini merupakan hasil kerja sama sinergis antara SARGA.CO, PP PORDASI, dan pihak Mangkunegaran. Kerja sama tersebut didasari oleh sejarah panjang kebudayaan berkuda yang dimiliki oleh keraton tersebut.
Sementara itu, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (K.G.P.A.A.) Mangkoenagoro X menuturkan bahwa kegiatan berkuda di lingkungannya memiliki akar sejarah yang kuat sejak awal abad ke-19. Upaya ini dilakukan demi menjaga relasi antara keraton dan masyarakat luas.
"Ini terus dijaga sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan pelestarian hubungan antara keraton dan masyarakat, yang menjadi tujuan utama keberadaan Mangkunegaran," ungkap K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X, Kanjeng Gusti.
Penyelenggaraan ini juga bertepatan dengan peringatan Adeging Mangkunegaran ke-269. Selain pacuan kuda, rangkaian peringatan tersebut juga dimeriahkan dengan agenda Mangkunegaran Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Solo pada 3 Mei 2026.
“Melalui Piala Raja Mangkunegaran, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pacuan kuda di Indonesia sebagai salah satu kekayaan tradisi dan budaya bangsa yang istimewa yang patut dilestarikan,” tambah K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X, Kanjeng Gusti.
Pada kategori utama, kuda Maxi of Khalim asal Jawa Barat yang memenangkan leg pertama seri Triple Crown akan bersaing di Kelas 3 Tahun Derby 1.600M. Maxi harus menghadapi pesaing berat seperti Nara Eclipse dari Jawa Tengah, Monochrome dari Sulawesi Utara, serta Milea Guti dan Sir Orbit dari Sumatera Barat.
| Kategori | Kelas Utama | Kelas Tambahan |
|---|---|---|
| Kelompok Umur | Kelas 3 Tahun Derby 1.600M | Derby Div. II, Remaja Div. I & II, Pemula A/B/C/D, Perdana A/B/C/D, Pemula KPI, THB INA |
| Kelompok Ketinggian | Kelas Terbuka Handicap 2.000M | Sprint Handicap 1.300M, Kelas B, Kelas C, Kelas C Sprint, Kelas D, Kelas E, Kelas F |