Kepolisian Metropolitan London menyelidiki aksi vandalisme bermotif rasial atau agama berupa grafiti antisemit di dekat Stadion Emirates setelah Arsenal menyepakati kerja sama sponsor baru dengan perusahaan teknologi Deel.
Aksi penolakan oleh suporter tersebut memicu ketegangan karena logo perusahaan global milik pengusaha asal Israel, Alex Bouaziz, dijadwalkan bakal menghiasi lengan jersey Arsenal untuk musim 2026/2027.
Seperti dilansir dari Suara yang mengutip The Jewish News, tulisan bernada sentimen tersebut ditemukan di terowongan pejalan kaki dekat markas Arsenal pada Senin (18/5) malam waktu setempat dengan menggunakan cat semprot hitam.
Pihak berwenang segera mengambil tindakan hukum untuk mengusut pelaku perusakan fasilitas publik di kawasan London Utara tersebut.
"Penyelidikan sedang berlangsung dan sejauh ini belum ada penangkapan," ujar juru bicara kepolisian Metropolitan.
Hingga saat ini, manajemen Arsenal maupun pihak mitra teknologi mereka belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden penolakan yang terjadi di sekitar stadion.
Kendati demikian, sang pendiri perusahaan sempat membagikan pandangan pribadinya mengenai kecintaannya terhadap sepak bola melalui media sosial profesional sebelum kemitraan ini memicu kontroversi.
"Ya, saya fans PSG. Tapi seperti semua anak Prancis, saya tumbuh dengan bermimpi melihat Arsene, Titi, dan tim Invincibles," tulis Alex Bouaziz, Pendiri Deel melalui akun LinkedIn miliknya.
Sistem operasional tenaga kerja dan sumber daya manusia Arsenal sedianya akan mulai beralih menggunakan platform digital tersebut sebagai bagian dari kesepakatan kemitraan multi-tahun yang kini tengah diselidiki polisi.