Prancis Sepak Bola merevisi rekam jejak penghargaan individual global lewat edisi internasional Le nouveau palmarès pada tahun 2016 dengan secara retroaktif mengakui legenda Brasil Pelé sebagai pemenang lima gelar Ballon d'Or.
Langkah tersebut diambil karena penghargaan prestisius tersebut awalnya hanya terbatas untuk para pemain asal Eropa selama masa aktif sang legenda di lapangan hijau.
Catatan sejarah mencatat bahwa maestro sepak bola bernama lengkap Edson Arantes do Nascimento ini wafat pada tanggal 29 Desember 2022 akibat kegagalan fungsi organ tubuh yang dipicu oleh kanker kolon.
Semasa hidupnya, tokoh yang dihormati sebagai Atlet Abad Ini oleh Komite Olimpiade Internasional pada tahun 1999 tersebut menorehkan tinta emas dengan membawa Brasil menjuarai tiga edisi Piala Dunia, yaitu pada tahun 1958, 1962, dan 1970.
Penyerang andalan Selecao ini juga memegang rekor assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan total 10 umpan matang dari empat turnamen yang ia ikuti.
Dunia internasional bahkan sempat mencatat momen luar biasa pada tahun 1967 saat Nigeria sengaja memberlakukan gencatan senjata selama 48 jam dalam perang sipil demi menyaksikan sang bintang bertanding di negara tersebut.
Di level domestik, Santos menyelenggarakan Hari Pelé setiap tanggal 19 November untuk memperingati pencapaian gol ke-1.000 miliknya, meskipun secara statistik resmi ia membukukan 762 gol dari dua klub sepanjang kariernya, yakni Santos dan New York Cosmos.
Hubungan personal pria yang pernah menjabat sebagai Menteri Olahraga Brasil periode 1995 hingga 1998 ini juga diwarnai dinamika persaingan sengit dengan legenda Argentina, Diego Maradona, terkait status pemain terbaik sepanjang masa.
"the greatest football player in the world." ujar Waldemar de Brito, penemu bakat Pelé.
Kalimat prediksi dari pemandu bakat yang membawanya ke Santos FC di usia 15 tahun tersebut terbukti seiring perjalanan karier sang pemain yang tidak pernah menelan kekalahan saat merumput bersama Garrincha di tim nasional.
"not a good example for the youth." cetus Pelé, Legenda Sepak Bola Brasil.
Pernyataan terbuka tersebut menjadi bagian dari hubungan kompleks penuh rasa hormat sekaligus perselisihan publik di antara kedua ikon sepak bola dunia itu hingga akhir hayat mereka.