Transformasi digital di Indonesia semakin diperkuat dengan masuknya investasi besar pada sektor infrastruktur komputasi awan. Raksasa pusat data regional Asia, Princeton Digital Group (PDG), secara resmi mengumumkan akuisisi lahan strategis untuk membangun kampus hyperscale terbarunya yang diberi nama JC4.
Pembangunan fasilitas ini berlokasi di kawasan Jabodetabek, tepatnya di Greenland International Industrial Center (GIIC), Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dilansir dari Kompas, proyek ini menempati lahan seluas 106.217 meter persegi dan akan menambah kapasitas portofolio PDG hingga menyentuh angka 400 MW.
Kampus JC4 diproyeksikan memiliki kapasitas sebesar 240 MW, yang sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pilar utama dalam ekosistem infrastruktur digital global milik PDG. Pemilihan lokasi di GIIC dilakukan secara strategis karena hanya berjarak sekitar 1,7 kilometer dari kampus JC3 yang sudah beroperasi.
Kedekatan geografis antara kampus JC3 dan JC4 bertujuan untuk mengintegrasikan pemanfaatan daya listrik serta konektivitas. Melalui langkah tersebut, PDG berharap dapat menjaga ketahanan operasional dan mengoptimalkan efisiensi biaya secara berkelanjutan.
Secara teknis, proyek yang pembangunannya telah dimulai ini akan terdiri dari empat gedung pusat data masif. Setiap bangunan dirancang untuk memiliki kapasitas terencana sebesar 60 MW guna memenuhi kebutuhan komputasi masa depan.
Fasilitas JC4 disiapkan khusus untuk menangani beban kerja komputasi berdensitas tinggi (high-density computing). Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan pengolahan data berbasis kecerdasan artifisial (AI) serta layanan cloud di kawasan Asia Tenggara.
Chairman, CEO, sekaligus Co-Founder PDG, Rangu Salgame, menjelaskan bahwa ekspansi ini menjadi jawaban atas kepercayaan pelanggan skala besar terhadap kapabilitas perusahaan dalam mengeksekusi proyek di pasar dinamis.
"Indonesia tetap menjadi pasar kunci bagi infrastruktur digital di kawasan Asia Tenggara. Kehadiran JC4 memperkuat portofolio kami dalam menyediakan kapasitas yang andal serta dapat diperluas guna mendukung beban kerja komputasi masa depan," ujar Rangu.
Komitmen Keberlanjutan dan Standar Lingkungan
Selain fokus pada peningkatan kapasitas, PDG mengimplementasikan standar hijau untuk mereduksi jejak karbon operasional. Kampus JC4 akan menggunakan sistem pendingin mutakhir, panel surya di lokasi proyek, serta program pengelolaan refrigeran yang ketat.
General Manager Indonesia PDG, Frederic Daniel van Husen, menyebutkan bahwa perusahaan berupaya menyelaraskan pembangunan infrastruktur dengan regulasi nasional. Kerja sama dengan pemangku kepentingan lokal dipandang sebagai elemen krusial bagi kesuksesan proyek ini.
"Kampus JC4 mencerminkan komitmen jangka panjang kami terhadap Indonesia. Selain membangun infrastruktur yang tangguh, kami memprioritaskan praktik operasional yang bertanggung jawab di seluruh wilayah kampus kami untuk mendukung pertumbuhan digital nasional secara berkelanjutan," tutur Frederic.
Saat ini, PDG mengelola portofolio lebih dari 1,8 GW yang tersebar di tujuh negara di wilayah Asia. Kehadiran JC4 diharapkan mampu mempercepat ketersediaan data yang aman dan efisien bagi seluruh pengguna layanan digital di Tanah Air.