Ka'bah yang berdiri megah di pusat Kota Makkah selalu identik dengan selimut kain hitam yang disebut kiswah. Dilansir dari Detikcom, kain ini bukan sekadar penutup biasa, melainkan simbol kehormatan dan cinta umat Islam terhadap Baitullah.
Tradisi menutup Ka'bah sebenarnya sudah berlangsung sejak zaman sebelum Islam. Merujuk pada buku The Power Of Kabah karya Zainurrofieq Lc, Nabi Ismail AS disebut sebagai orang pertama yang memberikan kiswah, meski ada pendapat lain yang menyebut penguasa Yaman, As'ad Al-Humairi.
Praktik ini terus dijaga dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW serta para khalifah setelahnya. Pada masa awal, kain yang digunakan masih sangat sederhana, namun kualitasnya meningkat signifikan saat memasuki era Dinasti Umayyah dan Abbasiyah.
Sejak runtuhnya kekuasaan Abbasiyah, pusat pembuatan kiswah sempat berada di Mesir. Hal ini terjadi setelah Raja Shalih Qalawun mengalokasikan tiga perkampungan khusus untuk memproduksi kain suci tersebut bagi kebutuhan Ka'bah setiap tahunnya.
Perubahan besar terjadi pada tahun 1924 M ketika proses pembuatan mulai dipusatkan di Makkah. Pemerintah Arab Saudi mendirikan pabrik khusus yang pertama kali menghasilkan kiswah secara mandiri pada tahun 1926 M.
Bahan dasar utama yang digunakan adalah sutra alami kualitas terbaik. Berdasarkan buku The Lost Story of Kabah karya Irfan L. Sarhindi, sutra mentah diproses menjadi benang halus sebelum ditenun menjadi lembaran kain yang kuat namun tetap bertekstur lembut.
Proses pewarnaan dilakukan secara berulang untuk menghasilkan warna hitam pekat yang melambangkan keagungan dan keteguhan. Warna ini dipilih agar kain mampu bertahan menghadapi cuaca ekstrem serta panas terik yang menyengat di wilayah Makkah.
Aspek yang paling menonjol dari kiswah adalah hiasan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an. Pola tulisan seperti kalimat tauhid dan asmaul husna dicetak di atas kain sebelum masuk ke tahap penyulaman manual menggunakan benang emas dan perak asli.
Kaligrafi tersebut ditempatkan pada posisi yang sangat spesifik. Pada bagian sabuk atas, terdapat ayat-ayat yang berkaitan dengan Ka'bah, seperti QS Al-Baqarah ayat 125-128 pada sisi Multazam dan QS Ali Imran ayat 95-97 di sisi antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad.
Satu set kiswah terdiri dari lima potongan besar, yakni empat bagian untuk menyelimuti sisi-sisi Ka'bah dan satu bagian khusus sebagai penutup pintu. Seluruh rangkaian ini memiliki tinggi mencapai 14 meter dan panjang yang cukup untuk mengelilingi bangunan suci tersebut.
Proses produksinya melibatkan sekitar ratusan pekerja dan seniman kaligrafi dengan durasi pengerjaan mencapai 8,5 bulan. Mereka menyiapkan dua buah kiswah, yakni satu untuk dipasang dan satu lagi sebagai cadangan teknis.
Kebutuhan material untuk mahakarya ini sangat fantastis, mencakup 999 gulung benang sutra dengan total berat mencapai 670 kg. Selain sutra, terdapat penggunaan benang emas seberat 15 kg yang memberikan kilauan sakral pada setiap lekuk kaligrafi di atas kain hitam tersebut.