Paris Saint-Germain (PSG) memastikan diri melaju ke babak final Liga Champions setelah menyingkirkan Bayern Munich dengan keunggulan agregat 6-5 pada pertandingan semifinal leg kedua di Allianz Arena, Kamis, 7 Mei 2026.
Meski Bayern Munich mencetak gol lewat Harry Kane di masa injury time untuk memaksakan hasil imbang pada laga tersebut, juara bertahan asal Prancis itu tetap lolos berkat keunggulan skor dari pertemuan pertama. PSG kini dijadwalkan menghadapi Arsenal pada partai puncak yang akan digelar di Budapest akhir bulan ini menurut laporan Goal.
Khvicha Kvaratskhelia menjadi bintang kemenangan setelah memberikan assist untuk gol pembuka Ousmane Dembele pada menit ketiga. Catatan ini menjadikan Kvaratskhelia sebagai pemain pertama dalam sejarah kompetisi yang mencetak gol atau assist dalam tujuh laga fase gugur secara beruntun.
Manajer PSG, Luis Enrique, memberikan apresiasi tinggi terhadap ketangguhan mental anak asuhnya saat menghadapi tekanan tuan rumah di Jerman.
"Karakter yang kami tunjukkan melawan tim seperti Bayern sangat positif," kata Luis Enrique, Pelatih PSG.
Kekalahan ini sekaligus memperpanjang catatan nirgelar Harry Kane meski sang penyerang tampil sangat produktif dengan koleksi 14 gol di Liga Champions dan 33 gol di Bundesliga musim ini. Kegagalan Bayern melaju ke final juga menutup peluang Kane untuk menjadi favorit pemenang Ballon d'Or sebagaimana dilaporkan Sport Detik.
Mantan pemain Liverpool, Jamie Carragher, menyampaikan rasa simpatinya atas nasib kapten timnas Inggris tersebut yang kembali gagal mengangkat trofi besar.
"Saya beberapa kali bilang, kalau Kane adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dilahirkan Inggris. Sayangnya, dia belum pernah memenangi trofi-trofi bergengsi," jelas Jamie Carragher, Pundit Sepak Bola.
Carragher menyoroti rekam jejak Kane yang seringkali hanya mencapai babak akhir tanpa berhasil menjadi juara di berbagai kompetisi bergengsi sebelumnya.
"Dia pernah capai final Liga Champions bersama Tottenham, lalu final Euro bersama Inggris dan semifinal Piala Dunia, kemudian kini berhenti di semifinal Liga Champions. Sayangnya, dia tidak beruntung," papar Jamie Carragher, Pundit Sepak Bola.
Ia menilai bahwa sepak bola tetaplah olahraga yang mementingkan kerja sama unit tim secara keseluruhan daripada sekadar performa individu pemain bintang.
"Ya inilah sepakbola, permainan tim, bukan cuma satu-dua orang," tambah Jamie Carragher, Pundit Sepak Bola.
Carragher kemudian membandingkan situasi Kane dengan para penyerang legendaris Inggris lainnya yang memiliki catatan gol luar biasa namun minim prestasi trofi secara kolektif.
"Saya rasa itu jadi masalah di Inggris, ketika para striker hebat susah menangi trofi bergengsi. Sebelumnya ada Gary Lineker dan Alan Shearer, yang rekor pribadinya amazing tapi tidak banyak trofi yang didapat," tutup Jamie Carragher, Pundit Sepak Bola.