Memasuki bulan Zulhijah, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah melalui berbagai amalan saleh. Di antaranya terdapat dua puasa sunnah yang memiliki keutamaan sangat istimewa, yaitu puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.
Kedua puasa ini dilaksanakan berturut-turut sebelum datangnya Hari Raya Idul Adha. Dilansir dari Detikcom, keutamaan yang diberikan dari ibadah ini meliputi pelipatan pahala hingga penghapusan dosa.
Hari Tarwiyah jatuh pada tanggal 8 Zulhijah. Berdasarkan penjelasan dalam buku Koleksi Doa & Dzikir Sepanjang Masa karya Ustadz Ali Amrin Al Qurawy, istilah Tarwiyah berasal dari bahasa Arab 'tarawwa' yang berarti membawa bekal air.
Penamaan ini berkaitan dengan aktivitas jemaah haji yang membawa banyak bekal air zamzam untuk persiapan Arafah menuju Mina. Mereka meminumnya, memberi minum unta, dan membawa air tersebut dalam wadah.
Ibnu Qudamah menjelaskan bahwa dinamakan hari Tarwiyah karena jemaah haji mempersiapkan bekal pada hari itu untuk hari Arafah. Pendapat lain menyatakan penamaan ini karena Nabi Ibrahim AS bermimpi menyembelih anaknya pada malam 8 Zulhijah, kemudian merenungkan apakah hal itu mimpi atau wahyu.
Sementara itu, puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah sebelum Hari Raya Idul Adha. Ibadah sunnah ini sangat istimewa karena pelaksanaannya bertepatan dengan momen jemaah haji yang sedang menjalani wukuf di Padang Arafah.
Keutamaan Puasa Tarwiyah
Tanggal 8 Zulhijah termasuk dalam 10 hari pertama bulan Zulhijah yang memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam. Mengenai keutamaan waktu tersebut, Rasulullah SAW bersabda dalam salah satu hadits:
"Tidak ada perbuatan yang lebih disukai Allah SWT daripada perbuatan baik yang dilakukan pada sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Para sahabat ada yang bertanya, 'Walaupun jihad di jalan Allah, ya Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Iya benar. Kecuali orang-orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian yang mati selama-lamanya (menjadi syahid)'." (HR Bukhari, Ahmad, dan Tirmidzi)
Keutamaan Puasa Arafah
Puasa Arafah menjadi amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena mengandung keutamaan luar biasa. Merujuk buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim Sehari-Hari karya KH. Muhammad Habibillah, berikut rincian keutamaannya:
1. Diampuni Dosa Setahun Lalu dan Setahun yang Akan Datang
Umat Islam yang melaksanakan puasa Arafah akan diampuni dosanya setahun lalu dan setahun yang akan datang. Rasulullah SAW menegaskan hal tersebut melalui beberapa hadits shahih berikut:
وَسُئِلَ عن صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ.
Artinya: "Dan beliau (Rasulullah) ditanya mengenai puasa pada hari Arafah, maka beliau menjawab, 'Dia menghapuskan (dosa) setahun yang lalu dan setahun yang akan datang." (HR Muslim)
Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga bersabda:
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنَّهُ يُكَفِّرُ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ.
Artinya: "Aku berharap kepada Allah agar puasa hari Arafah dapat menghapuskan (dosa) setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya." (HR Muslim)
2. Pembebas Api Neraka
Pada hari Arafah, Allah SWT akan membebaskan hamba-Nya dari api neraka dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan hari-hari lainnya. Hal ini bersandar pada sabda Rasulullah SAW:
مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ.
Artinya: "Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hamba dari api neraka lebih banyak daripada pada hari Arafah." (HR Muslim)
Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026
Berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar pada Minggu, 17 Mei 2026, Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan Hari Raya Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Seiring dengan keputusan resmi tersebut, umat Islam dapat menunaikan ibadah puasa Tarwiyah pada Senin, 25 Mei 2026. Selanjutnya, puasa Arafah dapat dilaksanakan pada keesokan harinya, yaitu Selasa, 26 Mei 2026.
Bacaan Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah
Berikut adalah bacaan lafal niat beserta artinya untuk puasa Tarwiyah dan puasa Arafah:
Niat Puasa Tarwiyah
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta'aa-laa.
Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah hari Tarwiyah karena Allah Ta'ala."
Niat Puasa Arafah
Nawaitu shauma 'arafata sunnatal lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah hari Arafah karena Allah Ta'ala."
Penyebutan Arafah sendiri dikarenakan waktu pelaksanaan ibadah sunnah ini bertepatan dengan berkumpulnya kaum muslimin yang tengah menunaikan ibadah haji di Padang Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.