Pebulutangkis tunggal putri Putri Kusuma Wardani resmi mengemban tugas sebagai tumpuan utama di Pelatnas PBSI. Kepastian ini terjadi setelah mundurnya Gregoria Mariska Tunjung dari pemusatan latihan nasional pada Rabu, 20 Mei 2026, akibat gangguan kesehatan vertigo.
Pengunduran diri Gregoria dideklarasikan sejak pekan lalu karena kondisi fisiknya belum pulih total. Seperti dilansir dari Detik Sport, posisi nomor satu tunggal putri kini otomatis dipegang oleh Putri yang saat ini berusia 23 tahun.
Putri menyatakan kesiapannya untuk memikul tanggung jawab baru ini dengan fokus penuh. Tekanan yang sebelumnya berada di pundak seniornya kini dialihkan kepada dirinya untuk menghadapi turnamen mendatang.
"Ya, bebannya Kak Grego pindah ke aku. Tapi ya aku menjalaninya dengan senang hati lah, dengan selalu berpikiran positif," kata Putri Kusuma Wardani, Atlet Tunggal Putri PBSI.
Pergeseran peran ini sebenarnya sudah diprediksi sejak awal tahun ketika Gregoria mulai membatasi penampilannya demi mengamankan peringkat dunia. Putri menegaskan bahwa dukungan dari tim kepelatihan dan lingkungan sekitar membuatnya tetap tenang.
"Sudah siap, karena dari sebelum Kak Grego absen sudah cukup lama, jadi kayak ya siap dan semua aku jalanin dengan senang hati sih. Selalu banyak orang di belakang aku yang memotivasi," ujar Putri Kusuma Wardani, Atlet Tunggal Putri PBSI.
Dalam menjalankan tugasnya, Putri akan didampingi oleh beberapa pemain muda pelatnas lainnya seperti Ester Nurumi Tri Wardoyo, Thalita Ramadhani Wiryawan, dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Para pemain muda ini mulai diintegrasikan ke kompetisi internasional tingkat tinggi.
"Ya kan yang paling dekat kan Thalita dan Dhinda ya. Mereka sudah mulai diturunin (di turnamen level) 500 juga, ya semoga mereka bisa mengambil kesempatan dan banyak pengalaman sih dari pertandingan itu."
Peningkatan jam terbang para pemain pelapis ini diharapkan mampu menyamai level kompetisi di turnamen yang lebih besar. PBSI memproyeksikan para atlet muda ini untuk segera menembus turnamen kategori Super 750 dan Super 1000.
"Jadi agar (bisa) diturunkan juga di Super 750 atau 1000 kan kurang lebih lawannya sama. Jadi sudah cukup baik lah," kata Putri Kusuma Wardani, Atlet Tunggal Putri PBSI.