Putri Kusuma Wardani Gantikan Posisi Gregoria Mariska Tunjung di Pelatnas

Putri Kusuma Wardani Gantikan Posisi Gregoria Mariska Tunjung di Pelatnas

Tunggal putri bulu tangkis Indonesia Putri Kusuma Wardani kini mengemban tanggung jawab besar sebagai pilar utama di Pelatnas PBSI, Cipayung, pada Rabu (20/5/2026). Langkah ini terjadi setelah seniornya, Gregoria Mariska Tunjung, memutuskan mundur dari pemusatan latihan nasional demi pemulihan kesehatan.

Pengunduran diri Gregoria membawa perubahan signifikan mengingat dirinya merupakan tumpuan prestasi tunggal putri nasional selama empat tahun terakhir. Dilansir dari Kompas, Gregoria sebelumnya menorehkan prestasi gemilang termasuk meraih medali perunggu pada Olimpiade Paris 2024.

Sebagai pemain dengan peringkat dunia tertinggi di antara pebulu tangkis pelatnas saat ini, Putri Kusuma Wardani menyadari konsekuensi dari pergeseran posisi tersebut. Atlet yang kini menduduki peringkat keenam dunia itu harus menjadi pengayom bagi para junior sekaligus mempertahankan prestasi di level internasional.

"Bebannya kak Grego sekarang pindah ke aku," kata Putri KW kepada awak media, termasuk KOMPAS.com, di Pelatnas PBSI, Rabu (20/5/2026).

Pebulu tangkis utama Indonesia ini berusaha menyikapi tekanan baru tersebut secara positif. Dukungan penuh dari orang-orang di sekitarnya menjadi motivasi tambahan untuk menghadapi tantangan ke depan.

"Tapi ya aku jalani dengan senang hati dan terus berpikiran positif. Selalu ada banyak orang di belakang aku yang selalu memotivasi," jelasnya.

Selama berada di Pelatnas PBSI, Putri Kusuma Wardani memanfaatkan waktu untuk menyerap ilmu dari Gregoria. Ia sangat mengagumi kegigihan sang senior, terutama saat bangkit dari penurunan performa pada tahun 2021 hingga menembus jajaran sepuluh besar dunia.

"Dia kan sempat jatuh dan bisa bangkit. Kegigihan saat latihan dan mungkin pola pikir Kak Grego itu sangat baik sih," ujar Putri KW.

Selain faktor mentalitas, aspek teknis permainan Gregoria juga menjadi perhatian penting. Kemampuan pukulan yang bervariasi dan menyulitkan lawan menjadi hal yang terus dipelajari oleh Putri Kusuma Wardani.

"Aku juga banyak belajar dari dia tentang teknik di lapangan karena Kak Grego punya tangan yang luar biasa," imbuhnya.

Gaya permainan Gregoria di lapangan diakui memiliki keunikan tersendiri yang sering mengecoh lawan. Pola pukulan tak terduga tersebut dinilai sulit diantisipasi tanpa menghadapinya secara langsung.

"Pukulan-pukulannya cukup menyulitkan lawan dan apa ya, tidak bisa dideskripsikan kalau belum bertemu dia langsung begitu," ungkap Putri KW.

Tantangan mendesak bagi sektor tunggal putri Indonesia terlihat dari kesenjangan peringkat yang cukup jauh. Di saat Putri Kusuma Wardani berada di peringkat keenam dunia, para pemain lain seperti Thalita Ramadhani Wiryawan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, dan Mutiara Ayu Puspitasari masih tertahan di luar posisi 50 besar. Sementara itu, Ester Nurumi Tri Wardoyo baru kembali merintis performa pascacedera panjang.

Situasi tersebut tidak menyurutkan target jangka panjang Putri Kusuma Wardani di kancah dunia. Ia mematok target tinggi untuk melampaui pencapaian yang pernah diraih oleh seniornya di ajang olahraga tertinggi dunia.

"Terakhir Kak Grego kan meraih perunggu Olimpiade. Jadi, aku inginnya bisa Insha Allah lebih dari itu lah," tandasnya.

Artikel terkait