Sembilan Ratus Perenang Dunia Ikuti Oceanman Bali 2026

Sembilan Ratus Perenang Dunia Ikuti Oceanman Bali 2026

Sebanyak 900 perenang dari 27 negara berkompetisi dalam ajang renang perairan terbuka internasional Oceanman Bali di Pantai Kedonganan, Bali, pada 19-21 Juni 2026 setelah sempat vakum selama dua tahun. Perlombaan ini menandai kembalinya Indonesia dalam rangkaian resmi kompetisi Oceanman World Series, seperti dilansir dari Detik Sport.

Gelaran bergengsi tingkat dunia ini mengusung tema "Waves of Change". Sejumlah negara yang berpartisipasi meliputi Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Filipina, Australia, India, Rusia, Jepang, Thailand, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Italia, Meksiko, Kolombia, Britania Raya, Irlandia, Islandia, Hongari, Qatar, Korea Selatan, Maladewa, Taiwan, Ukraina, Azerbaijan, hingga Belarus. Perenang muda Indonesia, Joe Aditya, turut serta ambil bagian dalam kompetisi tersebut.

Penyelenggaraan ajang ini dinilai menunjukkan respons positif dari komunitas olahraga internasional terhadap cabang olahraga renang perairan terbuka. Kalender internasional ini juga sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pergerakan ekonomi masyarakat setempat.

"Fenomena ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap open water swimming secara global," kata Chairman Oceanman Indonesia, Wibowo Suseno Wirjawan.

Wibowo Suseno Wirjawan menambahkan bahwa jalur lintasan di lokasi acara menawarkan keunikan tersendiri bagi para atlet mancanegara yang bertanding. Peningkatan jumlah kunjungan dari luar negeri ini diyakini membawa pengaruh masif bagi industri pariwisata daerah.

"Dengan latar laut Bali yang ikonik dan jalur renang yang menantang, Oceanman Bali menjadi salah satu seri yang paling diminati dalam kalender internasional. Tak hanya menghadirkan persaingan olahraga, kehadiran ratusan peserta internasional juga membawa dampak langsung bagi sektor pariwisata," sambung Wibowo Suseno Wirjawan.

Pihak panitia pelaksana menerapkan manajemen operasional yang ketat demi mengantisipasi segala risiko di lapangan. Pengawasan intensif dilakukan secara berkala mengingat lokasi perlombaan berada di alam bebas yang dinamis.

"Pengelolaan lebih dari 900 peserta di perairan terbuka juga merupakan tantangan yang kompleks, mencakup aspek keselamatan, pengawasan, serta kondisi alam seperti arus dan ombak, sehingga Oceanman Bali 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga penyelenggaraan berskala besar dengan standar internasional," kata Co-Founder Oceanman Indonesia, Felix Sutanto.

Felix Sutanto menjelaskan bahwa esensi dari perlombaan ini melampaui sekadar perebutan medali atau catatan waktu tercepat. Setiap individu ditantang untuk menyatu dengan lingkungan sekitar selama mengarungi lintasan laut.

"Oceanman Bali bukan hanya tentang lomba renang, tetapi tentang perjalanan personal setiap peserta untuk melawan arus, menaklukkan batas diri, dan menyatu dengan alam," sambung Felix Sutanto.

Sektor kuliner dan akomodasi di sekitar lokasi acara turut merasakan dampak positif dari kedatangan rombongan peserta. Banyaknya jumlah pendamping yang ikut serta memperluas cakupan perputaran ekonomi di kawasan pantai.

"Kedatangan para atlet yang umumnya disertai keluarga dan tim pendukung berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisata ke Bali, khususnya di kawasan Kedonganan yang dikenal dengan kekayaan kuliner lautnya," kata Direktur PT Avatara Lintas Media, Herty Purba.

Artikel terkait