Raymond dan Joaquin Evaluasi Kegagalan Indonesia pada Thomas Cup 2026

Raymond dan Joaquin Evaluasi Kegagalan Indonesia pada Thomas Cup 2026

Tim Bulutangkis Indonesia menelan hasil mengecewakan setelah dipastikan tersingkir dari babak penyisihan grup Thomas Cup 2026 akibat kekalahan telak 1-4 dari Prancis, dilansir dari Detik Sport pada Rabu (20/5/2026).

Kegagalan mengejutkan skuad Merah Putih tersebut membuat dua pemain debutan, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, sempat merasa syok lantaran tim Indonesia awalnya diyakini memiliki peluang besar untuk melaju jauh hingga menjadi juara.

Komposisi skuad Indonesia pada turnamen beregu ini sebenarnya dinilai sangat kuat dan solid oleh Joaquin, sehingga ekspektasi tinggi yang diemban sejak awal dinilai sebagai hal yang wajar.

"Maksudnya siapa sih yang enggak pede? Ya wajar saja kan pede, saya dengan skuad yang menurut saya tim kita kemarin solid, kuat, cuma memang belum rejekinya saja dan saya rasa perlu buat evaluasi lagi," kata Joaquin di Pelatnas PBSI, Rabu (20/5/2026).

Momen paling berat dirasakan Joaquin ketika pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani kalah di partai penentu, yang sekaligus memastikan langkah Indonesia terhenti di fase grup.

"Kalau setelah pulang sih saya rasa sih sudah reset lagi ya. Cuma yang belum bisa move on pas hari kalahnya. Pas apalagi yang pas Kak Iboy (Sabar/Reza) kalah ya kan itu kan sudah enggak masuk ya. Saya berdiri saja, 'Kok ini kalah ya?'," cerita Joaquin.

Pebulu tangkis ganda putra tersebut menambahkan bahwa timnya kini harus melupakan hasil buruk tersebut dan fokus menatap turnamen-turnamen berikutnya.

"Tapi ya sudah mau gimana lagi kan? Kita harus lihat ke depan terus, kita enggak bisa stay di situ." ujar Joaquin.

Tekanan luar biasa dari pinggir lapangan juga dirasakan oleh Raymond Indra, meskipun dirinya tidak diturunkan untuk bermain pada pertandingan penentuan tersebut.

"Kalau saya kan di penentuan juga enggak (turun), rasanya cuma jadi supporter saja." kata Raymond.

Atmosfer ketegangan di area pertandingan diakui Raymond sangat terasa karena partai terakhir yang dimainkan oleh Sabar/Reza menjadi penentu nasib tim Indonesia.

"Tapi bisa merasakan atmosfer sama rasa tegangnya, apalagi kan kalau yang terakhir itu partai Sabar/Reza kan penentuan menang atau kalah, lanjut atau enggaknya, itu terasa banget sih di situ," ujar Raymond.

Meski Indonesia harus meraih hasil gagal total pada Thomas Cup 2026, kedua pemain muda ini menegaskan tidak kapok dan siap kembali memberikan performa terbaik jika kembali dipanggil ke dalam turnamen beregu.

"Enggak dong (kapok), saya kalau dimainin ya saya main terus lah. Siapa yang enggak mau?" tegas Joaquin.

Kesiapan senada juga disampaikan oleh Raymond yang berkomitmen untuk langsung tampil maksimal demi membela skuad Merah Putih di masa mendatang.

"Ya yang pastinya enggak sih, dan kalau dipercaya turun pasti kami kasih yang maksimal saja," Raymond menambahkan.

Artikel terkait