Akselerasi adopsi Kecerdasan Buatan atau AI di lingkungan perusahaan kini semakin masif dilakukan oleh Red Hat melalui pemanfaatan inovasi terbuka. Dilansir dari Medcom, jajaran eksekutif perusahaan memaparkan strategi untuk membantu berbagai organisasi di Asia Pasifik dalam menghadapi kerumitan teknologi.
VP dan General Manager Red Hat APAC, Daniel Aw, memberikan penekanan bahwa AI merupakan bentuk transformasi teknologi besar selanjutnya. Perubahan ini menyusul era Linux dan cloud-native yang telah lebih dulu berkembang pesat di kancah global.
"Red Hat berperan menghadirkan inovasi open source secara cepat ke tingkat enterprise dengan jaminan keamanan, stabilitas, dan tata kelola yang mumpuni," ujar Daniel.
Daniel juga menambahkan bahwa model open source akan tetap menjadi fondasi utama bagi setiap perkembangan inovasi AI di masa depan. Fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan teknologi tersebut dapat diakses dengan standar keamanan yang tinggi.
Salah satu langkah besar yang diumumkan dalam ajang Red Hat Summit APAC 2026 adalah peluncuran RHEL Forever. Inovasi ini secara khusus memperpanjang siklus hidup dukungan untuk Red Hat Enterprise Linux hingga durasi 14 tahun atau lebih lama lagi.
Kebijakan tersebut diambil untuk memberikan perlindungan dan dukungan teknis bagi pelanggan yang masih mengoperasikan aplikasi legacy yang bersifat krusial. Hal ini menjadi solusi di tengah derasnya arus modernisasi teknologi yang menuntut stabilitas sistem lama.
CTO of APAC Red Hat, Vincent Caldeira, turut memperkenalkan serangkaian kapabilitas AI baru yang mencakup seluruh siklus hidup teknologi tersebut. Beberapa inovasi teknis yang diluncurkan meliputi AutoRAG untuk menyederhanakan pengelolaan data perusahaan.
Selain itu, terdapat Evaluation Hub yang berfungsi sebagai sistem kontrol terpusat guna mengevaluasi model AI secara efisien. Red Hat juga menghadirkan layanan Model-as-a-Service yang mempermudah para pengembang dalam mengakses model AI tanpa beban manajemen infrastruktur GPU.
Kolaborasi Strategis dan Otomatisasi
Sinergi dengan pemimpin pasar perangkat keras juga diperkuat melalui perluasan kolaborasi bersama NVIDIA. Langkah ini mencakup implementasi AI Factory Blueprints serta dukungan penuh untuk arsitektur GPU generasi terbaru, termasuk teknologi Blackwell.
Menurut Fytos Charalambidas selaku VP of Technology Sales Red Hat APAC, organisasi modern kini menghadapi dua prioritas utama secara bersamaan. Prioritas tersebut adalah kebutuhan akan inovasi yang bergerak cepat serta tuntutan stabilitas jangka panjang bagi infrastruktur mereka.
"Kami menawarkan pendekatan platform yang fleksibel, memberikan pelanggan kebebasan memilih di tengah perkembangan AI yang dinamis," jelas Fytos.
Red Hat juga memberikan pembaruan pada layanan OpenShift dan Ansible untuk menunjang sistem otomatisasi berbasis AI yang lebih terintegrasi. Di kawasan Asia Pasifik, sektor jasa keuangan, pertahanan, dan layanan publik tercatat sebagai motor penggerak utama pertumbuhan teknologi ini.
Hingga tahun 2026, fokus perusahaan diperkirakan akan bergeser pada penerapan AI yang tidak hanya canggih, namun juga patuh terhadap regulasi lokal. Ekosistem open source yang kuat diharapkan menjadi kunci utama dalam mewujudkan AI yang aman dan tepercaya bagi para pelaku industri.