Ripple mengungkapkan strategi perluasan penggunaan XRP Ledger untuk meningkatkan efisiensi sistem pembayaran antarbank dan mendukung ekonomi berbasis kecerdasan buatan (AI) pada rangkaian acara XRP Las Vegas, 30 April hingga 1 Mei 2026.
CTO Emeritus Ripple, David Schwartz, menjelaskan bahwa XRP Ledger yang dikembangkan sejak 2011 kini diarahkan untuk mengatasi hambatan transaksi melalui fitur kredit sosial. Schwartz menilai integrasi AI mampu mempercepat proses tersebut secara signifikan.
Inovasi ini didukung peluncuran fasilitator x402 pada Februari lalu yang memfasilitasi agen AI dalam melakukan pembayaran layanan menggunakan XRP dan RLUSD. Teknologi tersebut memungkinkan transaksi berjalan otomatis tanpa memerlukan kunci API tradisional.
Co-founder t54ai, Chandler Fang, mengamati adanya pergeseran peran teknologi kecerdasan buatan dalam ekosistem keuangan digital saat ini. Menurut Fang, agen AI telah bertransformasi dari sekadar alat pemberi rekomendasi menjadi entitas yang mampu mengeksekusi transaksi secara langsung.
Implementasi XRP juga menyasar sektor perbankan internasional melalui mekanisme aset jembatan untuk penyelesaian pembayaran lintas batas. Mantan penasihat hukum Ripple, Jess Cheng, memberikan rincian teknis mengenai pemanfaatan Ripple Consensus Ledger bagi lembaga keuangan.
Cheng menyoroti kendala perbankan tradisional di pasar negara berkembang, khususnya di wilayah Brasil dan Thailand, yang sering menghadapi kesulitan dalam korespondensi akun bersama untuk penyelesaian transaksi komersial.
"has an account with Alphabank and with Betabank." kata Jess Cheng, Mantan Penasihat Hukum Ripple.
Penggunaan XRP memungkinkan bank di pasar berkembang melakukan penyelesaian transaksi tanpa ketergantungan pada perantara pihak ketiga. Peneliti kripto SMQKE mengunggah video penjelasan Cheng yang menekankan pentingnya pencatatan saldo pada buku besar bersama Ripple.
"off-the-record" ujar Jess Cheng, Mantan Penasihat Hukum Ripple.
Pesan tersebut diperkuat oleh peneliti yang meminta audiens untuk memperhatikan detail teknis mengenai operasional infrastruktur pembayaran baru ini secara saksama dalam unggahan informasinya.
"Listen closely." ucap SMQKE, Peneliti Kripto.
Sistem ini melibatkan kesepakatan nilai tukar implisit dengan bank penerima yang menentukan jumlah XRP untuk menutupi pembayaran mata uang lokal. Langkah strategis ini mempertegas fungsi XRP sebagai lapisan penyelesaian perbankan yang melampaui penggunaan spekulatif di pasar ritel.