Riset Populix Ungkap Pekerja Indonesia Rutin Anggarkan Dana Olahraga

Riset Populix Ungkap Pekerja Indonesia Rutin Anggarkan Dana Olahraga

Aktivitas olahraga kini telah bergeser menjadi kebutuhan esensial yang masuk dalam daftar pengeluaran bulanan para pekerja di Indonesia. Kesadaran untuk menjaga kesehatan fisik serta mental di tengah kesibukan kerja mendorong masyarakat urban untuk mengalokasikan dana khusus secara rutin.

Fenomena perubahan perilaku ini tercatat dalam studi bertajuk "How Sport is Becoming Part of Work and Regular Activity Among Indonesian Workers" yang dirilis oleh Populix. Seperti dikutip dari Medcom, riset terhadap 840 pekerja muda urban tersebut memperlihatkan profil pekerja masa kini yang sangat sadar terhadap investasi tubuh.

"Melalui studi ini, kami mengulas secara mendalam mengenai perubahan kebiasaan berolahraga di kalangan pekerja muda urban yang turut mengubah pola konsumsi mereka. Mulai dari profil pegiatnya yang kian dinamis hingga bagaimana implikasinya terhadap lanskap bisnis saat ini. Tren ini membuka peluang baru yang sangat besar bagi industri kesehatan dan kebugaran untuk terus bertumbuh," ungkap Retno Gumelar, selaku Quantitative Research Manager Populix.

Data dari penelitian ini menyingkap bahwa olahraga telah bertransformasi menjadi gaya hidup berbayar bagi mayoritas pekerja. Sebanyak 64% responden menyatakan komitmen mereka untuk mengeluarkan biaya khusus demi menunjang aktivitas fisik. Sebaliknya, hanya ada sekitar 36% pekerja yang memilih berolahraga tanpa mengeluarkan biaya sama sekali.

Anggaran berbayar tersebut dialokasikan ke berbagai jenis fasilitas kebugaran dengan porsi yang bervariasi. Sebanyak 29% pekerja memilih untuk berlangganan keanggotaan tempat kebugaran (gym membership). Sementara itu, 24% responden membayar secara berkala untuk kelas olahraga tertentu, studio, atau penyewaan lapangan.

Pekerja yang memilih berlangganan kelas atau studio olahraga secara rutin tercatat sebesar 16%. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi juga terlihat dengan adanya 15% pekerja yang berlangganan aplikasi kebugaran atau olahraga digital.

Mengenai besaran anggaran yang disiapkan, Populix mencatat nilai rata-rata pengeluaran pekerja Indonesia berada di angka Rp391.844 setiap bulannya. Jika dibedah lebih dalam, sebaran pengeluaran bulanan ini menunjukkan variasi yang cukup merata di berbagai nominal.

Pekerja yang mengeluarkan dana kurang dari Rp100.000 hanya sebesar 6%. Untuk kelompok anggaran Rp100.000 hingga Rp200.000 berada di angka 20%, sama besarnya dengan kelompok anggaran Rp200.001 sampai Rp300.000 yang juga mencapai 20%.

Selanjutnya, sebanyak 14% pekerja menyiapkan dana sekitar Rp300.001 hingga Rp400.000. Alokasi dana Rp400.001 sampai Rp500.000 dikeluarkan oleh 12% pekerja, diikuti kelompok Rp500.001 hingga Rp600.000 sebesar 13%. Menariknya, terdapat 14% pekerja yang menghabiskan anggaran di atas Rp600.000 per bulan.

Investasi finansial para pekerja ini ternyata tidak terbatas pada fasilitas atau aplikasi saja. Guna mengoptimalkan performa tubuh, pemulihan energi, serta menjaga imunitas, mereka juga aktif membeli berbagai produk kesehatan pendukung.

Dalam periode setahun terakhir, pakaian olahraga menjadi produk yang paling banyak dibeli dengan persentase 72%, disusul oleh sepatu olahraga sebesar 67%. Selain perlengkapan fisik, produk konsumsi kesehatan juga diminati oleh para pekerja urban.

Sebanyak 60% pekerja rutin membeli vitamin dan suplemen bermerek untuk mendukung daya tahan tubuh. Kebutuhan ini diikuti oleh pembelian minuman kesehatan untuk pencernaan sebesar 53%, serta minuman isotonik atau elektrolit yang mencapai 47%. Data ini memperlihatkan kesiapan finansial pekerja demi meraih kualitas hidup yang seimbang.

Artikel terkait

Rekomendasi