Valentino Rossi Soroti Penurunan Performa Pecco Bagnaia di MotoGP 2026

Valentino Rossi Soroti Penurunan Performa Pecco Bagnaia di MotoGP 2026

Konsistensi Francesco 'Pecco' Bagnaia di barisan depan balapan utama MotoGP musim ini tengah menghadapi kendala besar. Kondisi tersebut memicu perhatian dari mentor sekaligus legenda balap dunia, Valentino Rossi, di sela-sela akhir pekan MotoGP Catalunya 2026.

Seperti dikutip dari Detik Oto, Rossi memberikan pandangan mendalam mengenai dinamika hubungan dan situasi teknis yang sedang dihadapi oleh muridnya di VR46 Academy tersebut bersama tim pabrikan Ducati.

Meskipun Bagnaia sempat mengamankan pole position di Le Mans dan tiga kali merebut posisi runner-up pada sesi Sprint Race, juara dunia dua kali itu tercatat belum pernah menapakkan kaki di podium balapan utama sepanjang musim ini berjalan. Pembalap kelahiran Turin, Italia, tersebut bahkan dirumorkan bakal berpindah haluan ke Aprilia pada musim 2027 mendatang.

"(Bagnaia) memiliki sikap yang sangat baik tahun ini, dia benar-benar memberikan yang terbaik. Hasilnya terlihat, karena dia menjalani akhir pekan yang hebat di Le Mans," kata Rossi seperti dikutip Sky Italia.

"Musim masih panjang, dan dia mungkin tidak akan balapan untuk Ducati lagi tahun depan. Saya ingin Ducati melakukan upaya yang sama seperti Pecco untuk mencoba kembali ke barisan depan." ujarnya.

"Seperti dalam pernikahan di mana kalian saling mencintai begitu dalam, ketika hal-hal buruk terjadi seperti tahun lalu, dan hasilnya tidak sesuai harapan, Pecco membuat beberapa komentar. Saya melihat bahwa emosi sudah sedikit mereda. Tapi dia berusaha, dan saya harap semua orang di Ducati juga berusaha, karena saya pikir potensi untuk menang lagi ada di sana," ujar Rossi.

Menanggapi pernyataan dari sang mentor, Pecco Bagnaia yang mengawali balapan Sprint Race MotoGP Catalunya dari urutan ke-13 dan berhasil finis di peringkat keenam memberikan penjelasannya mengenai kendala teknis pada motor GP26 miliknya.

"Saya pikir saya sudah memberikan yang terbaik (tahun lalu), tetapi tahun ini saya pikir saya memberikan yang terbaik, sedikit lebih. Setidaknya, saya berusaha dalam segala hal yang saya lakukan, dan saya pikir kami kesulitan untuk memulai dengan baik karena motor ini masih perlu dipahami," ujar Bagnaia.

"Lebih dari segalanya, sepertinya kami tidak memiliki pengaturan dasar yang baik yang bekerja sangat baik di mana-mana, seperti yang berhasil ditemukan Diggia karena dia selalu unggul dalam setiap situasi. Kami, di sisi lain, sedikit lebih kesulitan. Namun, bahkan hari ini kami berhasil membuat langkah kecil lainnya, dan itu penting," katanya.

Bagnaia memaparkan bahwa performa motornya sebenarnya mampu berbelok dengan optimal di lintasan Sirkuit Barcelona yang terkenal licin, namun ia harus kehilangan traksi ban yang cukup signifikan sejak lap-lap awal balapan.

Artikel terkait