CEO OpenAI Sam Altman memberikan kesaksian dalam persidangan pada Selasa (12/5) untuk menjawab gugatan mantan rekan pendirinya, Elon Musk, mengenai perubahan struktur organisasi. Dilansir dari Detik iNET, Altman menolak tuduhan yang menyebut dirinya telah menyalahgunakan yayasan amal demi keuntungan komersial.
Perselisihan hukum ini bermula ketika Musk menggugat OpenAI, Altman, dan Presiden Greg Brockman pada tahun 2024. Musk menuduh kepemimpinan saat ini telah mengkhianati misi awal organisasi untuk tetap menjadi entitas nirlaba yang berfokus pada keselamatan kecerdasan buatan.
Dalam persidangan tersebut, Altman memberikan respons terhadap klaim Musk yang menuduh para pendiri telah mencuri aset yayasan amal saat meluncurkan anak perusahaan yang berorientasi pada profit.
"Rasanya sulit untuk memahami kerangka berpikir itu," kata Altman.
Altman menegaskan bahwa struktur organisasi yang ada saat ini tetap mendukung visi besar perusahaan. Ia juga mengklaim bahwa komitmen terhadap misi sosial tetap berjalan melalui pencapaian yayasan tersebut.
"Kami menciptakan salah satu badan amal terbesar di dunia. Yayasan ini melakukan pekerjaan yang luar biasa dan akan melakukan lebih banyak lagi," imbuh Altman.
Dalam pembelaannya, Altman menyatakan bahwa ia tidak pernah membuat perjanjian tertulis atau komitmen apa pun dengan Musk mengenai bentuk permanen dari struktur perusahaan. Ia justru menyoroti ketidakcocokan gaya kepemimpinan Musk dengan budaya kerja di laboratorium penelitian AI.
"Saya rasa Tuan Musk tidak mengerti bagaimana mengelola laboratorium penelitian dengan baik," kata Altman.
Altman membeberkan insiden masa lalu di mana campur tangan Musk diklaim telah merusak semangat kerja tim peneliti. Hal ini disebut memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap stabilitas internal organisasi.
"Ia telah menurunkan motivasi beberapa peneliti penting kami. Pada suatu waktu, ia meminta Greg dan Ilya untuk membuat daftar peneliti dan mencantumkan prestasi mereka dan membuat peringkat dan memecat sebagian dari mereka. Itu menyebabkan kerusakan besar pada budaya organisasi dalam jangka waktu lama," sambung Altman.
Selain masalah manajerial, Altman mengungkapkan kekhawatirannya terhadap rencana Musk mengenai tata kelola OpenAI di masa depan. Pada periode pencarian pendanaan tahun 2017, muncul perdebatan mengenai siapa yang akan memegang kendali jika perusahaan beralih menjadi for-profit.
"mungkin OpenAI harus diwariskan kepada anak-anak saya," kata Altman menirukan pernyataan Musk.