Perseteruan hukum antara Elon Musk dan Sam Altman terkait masa depan OpenAI berakhir dengan kekalahan bos Tesla tersebut. Sebelum keputusan pengadilan keluar, Sam Altman sempat membongkar ambisi besar Musk yang dinilai sangat terobsesi untuk memegang kendali penuh atas perusahaan kecerdasan buatan itu.
Sam Altman, yang menjabat sebagai salah satu pendiri sekaligus CEO OpenAI, digugat oleh Elon Musk atas dugaan pengubahan status perusahaan menjadi berorientasi keuntungan. Musk mengklaim tindakan tersebut menyalahi kesepakatan awal untuk menjaga OpenAI tetap sebagai lembaga nirlaba.
Namun, di depan juri federal di Oakland, California, Altman memberikan kesaksian sebaliknya, seperti dikutip dari Detik iNET. Altman menyatakan bahwa Musk sebenarnya mendukung rencana OpenAI untuk bertransformasi menjadi bisnis komersial, bahkan menuntut kendali jangka panjang.
"Momen yang sangat mengerikan adalah ketika rekan-rekan pendiri saya bertanya, "Jika Anda memiliki kendali, apa yang terjadi ketika Anda meninggal?" Dia mengatakan sesuatu seperti, "...mungkin itu harus diwariskan kepada anak-anak saya"," ujar Altman.
Pernyataan tersebut diduga dilontarkan Musk saat sang miliarder berupaya memperkuat pengaruhnya di OpenAI pasca-pembentukan korporasi pada 2015. Musk juga dilaporkan mengajukan beberapa skema untuk mengamankan posisi kepemimpinannya.
Selain meminta penambahan kursi di dewan direksi dan mengincar posisi kepala eksekutif, Musk juga mengusulkan agar OpenAI dilebur menjadi anak perusahaan dari Tesla. Menurut kesaksian Altman, tujuan utama dari restrukturisasi yang diinginkan Musk adalah agar perusahaan bisa menghasilkan uang dalam jumlah lebih besar dengan waktu yang lebih cepat.
Musk merasa dirinya adalah sosok yang paling tepat untuk memimpin OpenAI karena popularitasnya di dunia bisnis dianggap mampu mendongkrak sokongan finansial perusahaan secara instan.
"Jika saya membuat satu cuitan tentang ini, nilainya akan langsung melonjak," kenang Altman tentang ucapan Musk, dikutip dari Detik iNET dari BBC pada Senin (18/5/2026).
Kendati demikian, Altman bersama pendiri lainnya, Greg Brockman dan Ilya Sutskever, menolak mentah-mentah usulan tersebut. Mereka menilai bahwa menyerahkan kendali penuh kepada Musk demi pendanaan yang lebih mudah justru akan merusak misi utama OpenAI dalam mengembangkan Artificial General Intelligence (AGI).
"Saya sangat tidak nyaman dengan hal itu," kata Altman.
"Salah satu alasan kami memulai OpenAI adalah karena kami tidak berpikir bahwa satu orang pun seharusnya mengendalikan AGI," ungkapnya.
Akibat penolakan tersebut, Musk memutuskan untuk hengkang dari OpenAI pada awal tahun 2018. Langkah mundur ini juga diikuti dengan penghentian donasi triwulanan yang bernilai USD 5 juta dari kantong pribadi Musk.
Altman juga membeberkan sebuah pesan elektronik dari Musk yang meremehkan masa depan perusahaan tanpa keterlibatan dirinya.
Altman menyebut ada sebuah email dari Musk yang mengatakan bahwa OpenAI "memiliki peluang 0%, bukan 1%, untuk sukses" tanpa dirinya.
Hubungan kedua tokoh teknologi ini semakin merenggang ketika OpenAI mendirikan anak perusahaan nirlaba pada tahun 2019. Altman sempat menawarkan peluang investasi kembali kepada Musk, namun tawaran tersebut ditolak secara tegas.
"Dia mengatakan tidak karena dia tidak akan lagi berinvestasi di perusahaan rintisan mana pun yang tidak dia kendalikan," tandasnya.