Samsung Solve for Tomorrow 2026 Segera Tutup Pendaftaran Inovasi STEM

Samsung Solve for Tomorrow 2026 Segera Tutup Pendaftaran Inovasi STEM

Program Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 segera mengakhiri masa pendaftaran peserta pada 29 Mei 2026. Dilansir dari Detik iNET, ajang ini menjaring inovasi teknologi dari generasi muda, berkaca pada kesuksesan alumni tahun lalu yang menciptakan alat bantu komunikasi digital.

Pada edisi sebelumnya, tim KYGB yang beranggotakan empat mahasiswa Universitas Bina Nusantara (Binus) Alam Sutera berhasil mengembangkan aplikasi bernama Gesti Talk. Mereka adalah Nathanael Setiorahardjo, Bonaventura Jonathan Tanujaya, Kelvin Leandi, dan Gavinn Aloys.

Gesti Talk memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta Computer Vision untuk menerjemahkan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Sistem ini bekerja secara real-time menjadi teks atau suara melalui kamera ponsel pintar.

Inovasi ini lahir dari pengamatan para mahasiswa terhadap terbatasnya jumlah penerjemah bahasa isyarat yang bisa diakses publik. Tim KYGB merancang solusi digital agar teman tuli dapat berkomunikasi secara mandiri dalam aktivitas sehari-hari.

"Dari seminar tentang inklusivitas itu kami mulai berpikir, bagaimana kalau teman-teman tuli bisa punya akses terhadap interpreter yang lebih mudah dijangkau melalui teknologi? Kami ingin menciptakan solusi yang dapat membantu mereka berkomunikasi secara lebih mandiri dan inklusif," ujar Nathanael Setiorahardjo, ketua tim KYGB dikutip dari keterangan resmi.

Secara teknis, Computer Vision pada aplikasi berfungsi memetakan titik koordinat tangan serta pergerakan pengguna. Data tersebut kemudian diolah oleh model AI berbasis Long Short-Term Memory (LSTM) guna memahami konteks bahasa isyarat secara akurat.

Karya tersebut mengantarkan tim KYGB meraih Juara 3 kategori Universitas dalam ajang Samsung Solve for Tomorrow 2025. Kompetisi berbasis STEM ini berfokus mendorong pemuda melahirkan teknologi tepat guna demi menjawab persoalan sosial.

Selain pengembangan teknis, para peserta mendapatkan bekal kemampuan interpersonal selama kompetisi. Mereka dilatih dalam kerja sama tim, kepemimpinan, pemikiran kritis, kemampuan presentasi, hingga pemecahan masalah.

"Sesi mentoring jadi salah satu bagian paling penting buat kami. Project kami benar-benar dicek dan diberikan banyak masukan yang membantu. Selain itu, adanya timeline dan deadline juga membuat pengembangan project berjalan lebih terarah," ungkap tim KYGB.

Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia, Ennita Pramono, menjelaskan bahwa program ini menjadi wadah kolaborasi sekaligus ruang belajar. Pihaknya berharap kompetisi ini mengasah keterampilan masa depan generasi muda Indonesia.

"Melalui Samsung Solve for Tomorrow, kami ingin mengajak lebih banyak generasi muda untuk berani memulai dari kepedulian terhadap masalah di sekitar mereka," kata Ennita.

Pendaftaran Samsung Solve for Tomorrow 2026 terbuka untuk pelajar SMA/SMK/MA sederajat serta mahasiswa aktif D3/D4/S1 di seluruh Indonesia. Terdapat tiga tema utama yang diusung tahun ini, yaitu Sustainability & Environment, Sport & Technology, serta Education dan aksesibilitas untuk penyandang disabilitas.

Artikel terkait

Rekomendasi