Santos Gugat ke STJD Minta Pembatalan Laga Kontra Coritiba

Santos Gugat ke STJD Minta Pembatalan Laga Kontra Coritiba

Klub sepak bola asal Brasil, Santos, resmi mengajukan gugatan hukum ke Superior Tribunal de Justica Desportiva atau STJD untuk menuntut pembatalan pertandingan pekan ke-16 Campeonato Brasileiro melawan Coritiba yang berlangsung pada Minggu, 17 Mei 2026.

Langkah hukum ini diambil oleh Manajemen Santos karena menilai telah terjadi kesalahan penerapan hukum atau erro de direito oleh perangkat pertandingan yang bertugas. Tim wasit secara keliru memaksa megabintang Neymar Jr untuk keluar meninggalkan lapangan pertandingan.

Melalui rilis resmi klub, pihak Santos menegaskan bahwa upaya ini murni dilakukan demi menegakkan regulasi sepak bola yang berlaku. Tim asal Brasil tersebut tidak mempermasalahkan hasil akhir atau performa pemain di atas lapangan hijau.

"O departamento jurídico informa que entrou com ação no Superior Tribunal de Justiça Desportiva (STJD) para solicitar a anulação da partida disputada no dia 17/5, diante do Coritiba, válida pela 16ª rodada do Campeonato Brasileiro. O clube entende que houve erro de direito quando a arbitragem impediu a permanência em campo do atleta Neymar Jr., o que contrariou determinação da própria comissão técnica e desrespeitou o protocolo oficial de substituições de jogadores. O que está em discussão não é performance técnica ou resultado do jogo, mas a defesa da instituição e das regras da FIFA" tutur pihak manajemen Santos dalam pernyataan tertulisnya.

Insiden tersebut bermula pada menit ke-19 babak kedua saat Santos menghadapi Coritiba di Stadion Neo Quimica Arena. Tim kepelatihan Santos berniat menarik keluar bek kiri Escobar dengan memasukkan penyerang Robinho Jr menggunakan formulir resmi pergantian pemain.

Namun, saat proses administrasi berjalan, Neymar tengah mendapat perawatan medis akibat benturan di betisnya di luar garis lapangan. Keadaan tersebut memicu kesalahpahaman bagi wasit keempat yang bertugas memimpin jalannya laga.

Asisten pelatih Santos, Cesar Sampaio, memberikan penjelasan mendalam mengenai kronologi kekacauan administrasi tim wasit di pinggir lapangan tersebut. Sampaio mengaku bertanggung jawab langsung atas koordinasi dengan wasit keempat saat momentum pergantian pemain terjadi.

"Eu sou o responsável por esse evento. Eu chamei o quarto árbitro para a substituição do Juninho pelo Escobar, o 7 pelo 31. Neste momento Neymar sai de campo acusando um pouco de dor, parece que na panturrilha. Conversei com ele também. E aí eu pedi ao quarto árbitro para aguardar para ver se o Neymar poderia voltar ou não. Ele, fora de campo, o quarto árbitro Bruno, com quem até tenho uma boa relação, disse que o Neymar não podia voltar mais. O Bruno estava com o papel na mão, do 7 pelo 31, e acabou a precipitar-se na substituição. O Ney tentou voltar ainda, mas uma vez que o árbitro já tinha procedido a fazer a substituição, não podia voltar mais atrás. Foi isso que aconteceu. Uma precipitação, penso eu, no calor no jogo ali. Uma tomada de decisão antecipada" kata Cesar Sampaio.

Akibat kesalahan tersebut, perangkat pertandingan menolak kepulangan Neymar ke lapangan permainan karena mengira sang pemain telah resmi digantikan. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan kekalahan telak Santos dari tim tamu dengan skor 3-0.

Di kubu lawan, striker Coritiba Breno Lopes menjadi bintang kemenangan lewat torehan dua gol ke gawang Santos. Hasil positif ini menjadi catatan brace kedua bagi penyerang bernomor punggung 77 tersebut di kompetisi Serie A musim ini.

Breno Lopes mengaku sangat bersyukur atas kontribusi gol serta performa impresif yang ditunjukkan oleh rekan-rekan setimnya sepanjang laga. Sang penyerang menilai kerja keras seluruh elemen tim menjadi kunci utama kesuksesan mengamankan poin penuh.

"Muito feliz pela partida que fizemos. Individualmente, é gratificante conseguir ajudar o time com gols e participações importantes, mas a melhor parte é ver a nossa evolução coletiva. Temos um grupo muito unido, que trabalha demais no dia a dia e foi premiado com esse grande resultado" jelas Breno Lopes.

Meskipun berhasil meraih kemenangan besar di markas lawan, penyerang andalan Coritiba ini mengingatkan timnya untuk tidak jemawa. Dirinya meminta seluruh skuad Coritiba tetap membumi demi menjaga konsistensi performa di sisa kompetisi yang masih panjang.

"Agora é o momento de manter os pés no chão e seguir trabalhando. O campeonato é longo e muito equilibrado. Sabemos que só vamos crescer mantendo essa humildade e dedicação no dia a dia" pungkas Breno Lopes.

Meski sempat diwarnai insiden pengusiran paksa akibat kesalahan wasit, posisi Neymar di tim nasional tidak terganggu. Penyerang legendaris Brasil tersebut dipastikan tetap masuk dalam daftar skuad pilihan pelatih Carlo Ancelotti untuk putaran final Piala Dunia 2026.

Artikel terkait