Satelit Nusantara Lima Kantongi Izin Komersial Komdigi

Satelit Nusantara Lima Kantongi Izin Komersial Komdigi

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) resmi mendapatkan izin operasional komersial untuk Satelit Nusantara Lima setelah dinyatakan lolos Uji Laik Operasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. Kepastian ini diperoleh usai pengujian di Gateway Banjarbaru pada Minggu, 10 Mei 2026, guna memperluas akses internet di wilayah pelosok Indonesia.

Dilansir dari Detik iNET, Satelit N5 kini memegang izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (Jartupsat) serta Very Small Aperture Terminal (VSAT). Perangkat ini memiliki kapasitas sebesar 160 Gbps yang menjadikannya sebagai salah satu infrastruktur satelit dengan kapasitas terbesar di kawasan Asia saat ini.

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso, menegaskan bahwa kelulusan tahap evaluasi ini merupakan langkah krusial bagi perusahaan. Hal ini bertujuan untuk segera melayani kebutuhan komunikasi masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).

"Kami bersyukur Satelit Nusantara Lima telah berhasil melewati tahapan Uji Laik Operasi oleh tim evaluator dan kini telah mendapatkan izin JARTUPSAT serta VSAT dari Komdigi. Ini adalah bukti komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur satelit yang tidak hanya tercanggih secara teknologi, tetapi juga sepenuhnya patuh pada standar regulasi nasional. Kami siap menjalankan misi besar selanjutnya sekaligus mendukung terwujudnya program Asta Cita untuk mengakselerasi pemerataan konektivitas dan mengeliminasi kesenjangan akses internet di pelosok Nusantara," kata Adi Rahman Adiwoso, Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara.

Proses validasi dilakukan secara ketat untuk memastikan seluruh sarana telekomunikasi memenuhi standar keamanan sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021. Pemerintah memandang infrastruktur ini sebagai aset strategis untuk mencapai target kecepatan internet nasional rata-rata 100 Mbps pada tahun 2029.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyampaikan bahwa kesiapan teknis Satelit N5 sangat mendukung agenda transformasi digital. Pemanfaatan kapasitas besar ini diharapkan mampu memperkuat layanan publik di daerah dengan keterbatasan akses digital.

"Pemerintah terus mendorong percepatan pemerataan konektivitas di seluruh Indonesia. Kelulusan ULO Satelit N5 ini membuktikan infrastruktur ini telah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar transformasi digital nasional. Kami berharap kehadiran kapasitas sebesar 160 Gbps ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat layanan publik di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses digital," tutur Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komdigi.

Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi melakukan pemeriksaan komprehensif yang mencakup parameter keandalan transmisi hingga keamanan jaringan VSAT. Hasil pengujian menunjukkan performa sistem berada pada level yang layak untuk melayani jasa telekomunikasi secara komersial.

"Proses pemeriksaan yang kami lakukan di Gateway Banjarbaru ini mencakup berbagai parameter kritikal, mulai dari keandalan transmisi hingga keamanan jaringan VSAT sesuai dengan standar dan ketentuan. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem Satelit N5 memiliki performa yang laik untuk dioperasikan secara komersial. Kepastian kelayakan ini sangat penting demi melindungi hak-hak pengguna jasa telekomunikasi di masa depan agar mendapatkan layanan yang berkualitas dan andal," jelas Falatehan, Ketua Tim Kelompok Kerja Layanan Telekomunikasi.

Satelit N5 dibangun menggunakan platform Boeing 702MP dengan teknologi 101 spot beam Ka-band yang mampu menjangkau wilayah ASEAN hingga Filipina dan Malaysia. Sebelumnya, satelit ini diluncurkan dari Florida pada September 2025 dan telah menempati slot orbit 113° Bujur Timur sejak awal tahun 2026.

Infrastruktur pendukung di bumi yang terdiri dari tujuh stasiun pengendali, mulai dari Aceh hingga Tarakan, kini telah terintegrasi sepenuhnya dengan segmen luar angkasa. Satelit ini memiliki masa operasional lebih dari 15 tahun untuk mendukung sektor bisnis dan keamanan nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi