Adopsi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang kian meluas dalam operasional bisnis memicu perkembangan pesat pada sektor infrastruktur pendukung.
Sistem penunjang ini dituntut untuk mengelola penggunaan AI skala besar dengan tetap menjaga keandalan, ketangguhan, efisiensi, serta keberlanjutan lingkungan.
Dilansir dari Medcom, Schneider Electric menyoroti kesiapan pelaku industri dalam menyongsong fase baru infrastruktur digital tersebut pada ajang Computex 2026.
Teknologi AI memicu pergeseran fungsi data center konvensional menjadi fasilitas AI factory.
Pusat komputasi baru ini memerlukan suplai tenaga listrik yang melonjak drastis jika dibandingkan dengan infrastruktur tradisional.
Kebutuhan daya meningkat tajam dari sekitar 20 kilowatt pada konfigurasi high-density konvensional menjadi kisaran 150 kilowatt, bahkan industri mulai bersiap menuju penggunaan rak berskala megawatt.
Fenomena masif ini mengubah total metode perancangan serta pengoperasian pusat data.
Manajemen AI factory kini wajib direncanakan lewat pemahaman menyeluruh, mulai dari tahap desain, simulasi, konstruksi, operasional, hingga aspek pemeliharaan.
Lembaga International Data Corporation (IDC) memprediksi sekitar 65% dari 2.000 korporasi terbesar di Asia Pasifik bakal menjadikan AI factory sebagai infrastruktur utama mereka pada tahun 2028.
Kondisi tersebut melahirkan sejumlah prioritas krusial bagi perusahaan, seperti deployment yang lebih cepat, uptime tinggi, efisiensi energi, sistem pendingin scalable, serta kepastian sebelum konstruksi.
Guna mengatasi kendala tersebut, kehadiran reference design menjadi sangat krusial bagi pelaku industri.
Schneider Electric berkolaborasi dengan NVIDIA untuk menciptakan reference design khusus bagi AI data center.
Rancangan ini berfungsi memangkas ketidakpastian sebelum deployment sekaligus membantu konsumen memahami sistem secara utuh sejak fase awal.
Inovasi Distribusi Daya Melalui Teknologi Sidecar
Peningkatan kepadatan daya rak AI membuat metode distribusi tradisional dengan 48–54 VDC dan suplai 480 VAC kian sulit dikembangkan.
Tantangan teknis ini semakin nyata saat beban daya mendekati atau melewati angka 400 kW per rak.
Pada tingkat tersebut, operator dihadapkan pada problem rumit berupa kepadatan kabel, keterbatasan ruang rak, hingga kapasitas busbar.
Beban kerja AI generasi berikutnya menuntut pemindahan proses konversi daya AC ke DC ke luar dari rak IT serta penyaluran daya dengan tegangan lebih tinggi.
Sebagai jalan keluar, Schneider Electric menghadirkan Sidecar 800VDC yang menawarkan jalur baru untuk data center AI berdensitas tinggi.
Melalui sistem ini, konversi AC ke 800VDC ditempatkan pada rak daya khusus yang dipasang tepat di samping rak IT.
Langkah ini efektif menghemat ruang komputasi di dalam rak, mengurai kepadatan kabel, serta meminimalkan gangguan pada infrastruktur AC yang sudah eksis.
Metode sidecar juga menawarkan risiko lebih rendah lantaran potensi gangguan hanya terlokalisasi pada satu rak IT saja.
Solusi ini turut mempercepat proses kualifikasi dan commissioning dengan memanfaatkan rantai pasok kendaraan listrik yang telah matang.
Implementasi Industrial Intelligence dan Digital Twin
Infrastruktur AI factory berskala gigawatt tidak sekadar berbicara tentang ukuran fisik data center yang lebih masif.
Fasilitas ini berevolusi menjadi aset industri besar yang memerlukan sistem pendingin cair total, kelistrikan setara gardu induk, integrasi jaringan listrik, serta perizinan yang ketat.
Oleh karena itu, tata kelola AI factory wajib menerapkan disiplin yang serupa dengan pengoperasian pabrik industri skala besar.
Di sinilah industrial intelligence memegang peran penting melalui integrasi wawasan berbasis data, industrial AI, dan keahlian manusia.
Penerapannya mencakup pemanfaatan data engineering, simulasi akurasi tinggi, data operasional real-time, hingga analitik tingkat lanjut.
Teknologi digital twin berbasis AI memegang peran sentral dalam skema ini.
Dengan menghubungkan seluruh fase siklus hidup dalam satu ekosistem digital, tim operasional dapat memproyeksikan kinerja fasilitas fisik secara akurat.
Pada pameran Computex 2026, Schneider Electric mendemonstrasikan sejumlah teknologi mutakhir untuk mendukung pusat data generasi baru.
Beberapa produk yang dipamerkan meliputi HVDC 800V Power Sidecar yang siap diimplementasikan untuk penyaluran daya berskala megawatt.
Terdapat pula solusi industrial digital twin dari AVEVA yang mengintegrasikan data industri, perangkat lunak, serta platform CONNECT intelligence.
Selain itu, Schneider Electric menampilkan ETAP Digital Twin Platform yang memfasilitasi desain, analisis, dan manajemen operasional secara lebih efisien.