Ajang fashion SEDASA yang pertama kali muncul di Bandung kini melebarkan sayapnya untuk memperkuat ekosistem busana santun atau modest fashion di tanah air. Seperti dikutip dari Lifestyle, perhelatan ini kembali hadir dengan skala yang lebih masif melalui rangkaian peragaan busana, pameran, hingga pemberian penghargaan.
Mengadopsi tema "Rhapsody Summit", SEDASA secara perdana dilangsungkan di Hotel InterContinental Jakarta Pondok Indah pada 1 Mei 2026. Pemilihan ibu kota sebagai lokasi baru merupakan langkah strategis guna mengukuhkan posisi acara tersebut sebagai perhelatan mode berskala nasional.
SEDASA Volume 3 menyajikan panggung kolaborasi bagi desainer visioner untuk memamerkan karya unggulan mereka. Inisiatif ini bertujuan menentukan arah masa depan industri modest fashion di Indonesia, terutama dalam menyambut momentum Hari Raya Iduladha.
Penyelenggara tidak hanya menggandeng desainer serta jenama populer, tetapi juga memberikan kesempatan bagi talenta baru untuk unjuk gigi. Hal ini dilakukan demi menciptakan lingkungan industri yang inklusif dan dapat bertahan lama bagi semua pelaku mode.
Tercatat sebanyak 14 perancang busana dan brand modest fashion Indonesia ikut serta memamerkan koleksi terbaru mereka tahun ini. Salah satu yang menarik perhatian adalah kehadiran desainer tamu, Ivan Gunawan, dalam peragaan busana yang dibagi menjadi dua sesi berbeda.
Sesi pertama menampilkan koleksi dari Mandhja by Ivan Gunawan, Nabila Misha Fashion, Padushi by Novitasari, Gita Orlin, Arabellescarf, Armila Syar’i, AMYZA, Arinna Premium Hijab, Agoest Hanggono, Rumman, Mirranda Atelier, Mayra, dan Shadec. Sementara itu, sesi kedua mengedepankan rancangan AMYZA dan Motif Hawa, yang semakin semarak dengan penampilan penyanyi Krisdayanti serta Titi DJ.
Di balik kemegahan panggung utama, acara ini membawa misi penting untuk menghubungkan aspek kreativitas dengan peluang bisnis nyata. Peran reseller menjadi bagian krusial dalam ekosistem ini guna membuka jalur transaksi langsung antara pelaku usaha dan konsumen luas.
“Selain mengundang para pecinta fashion, kami juga menghadirkan para reseller dari berbagai daerah di perhelatan ini. Harapannya, setelah fashion show berlangsung, terjadi interaksi bisnis dan transaksi langsung antara reseller dengan desainer dan brand. Alhamdulillah, target tersebut selama ini selalu tercapai. Melalui SEDASA, kami ingin merangkul para desainer dan brand lokal untuk bersama-sama mendorong kembali daya beli masyarakat terhadap produk fashion dalam negeri,” tutur Rya Baraba, Founder SEDASA.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi pelaku industri, SEDASA menyerahkan penghargaan kepada sosok yang dinilai inspiratif. Penghargaan "The Modest Visionary Award" diberikan kepada Ivan Gunawan karena konsistensi dan pengaruhnya dalam membangun lanskap busana santun modern di Indonesia.
Ivan Gunawan dianggap sukses melahirkan karya yang relevan, memiliki nilai komersial tinggi, serta berkarakter melalui berbagai lini jenama miliknya. Selain itu, ia berperan aktif dalam memperluas apresiasi terhadap modest wear hingga ke level mode global.
Penghargaan lain bertajuk "Young Visionary Award" diberikan kepada Nabila Misha sebagai sosok talenta muda dengan potensi menjanjikan. Ia dinilai memiliki keberanian dan semangat eksplorasi yang tinggi meski usianya masih sangat belia.
Nabila Misha memperlihatkan adaptasi yang kuat dalam industri mode serta percaya diri dalam mengekspresikan visi kreatif yang autentik. Melalui ketekunan dan inovasi yang melampaui usianya, ia dianggap merepresentasikan generasi baru desainer yang aktif membangun masa depan industri fashion yang lebih inspiratif.