Masyarakat di berbagai belahan dunia memperingati Hari Ibu pada Minggu, 10 Mei 2026 sebagai bentuk apresiasi terhadap peran ibu dalam keluarga. Tradisi ini telah berkembang selama ribuan tahun, bertransformasi dari festival pemujaan dewi pada masa peradaban kuno menjadi momentum global yang dirayakan secara luas saat ini.
Penghormatan terhadap sosok ibu tercatat pertama kali pada masa Yunani Kuno melalui festival musim semi untuk menghormati Rhea, ibu para dewa. Melansir greekcitytimes.com, bangsa Romawi juga memiliki tradisi serupa lewat festival Hilaria untuk memuja dewi Cybele yang berlangsung selama beberapa hari di pertengahan Maret.
Tradisi religius kemudian mengadopsi konsep ini di Inggris melalui perayaan "Mothering Sunday" pada hari Minggu keempat masa Prapaskah. Pada periode tersebut, masyarakat biasanya kembali ke gereja utama mereka untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga tercinta.
Gerakan modern Hari Ibu mulai terbentuk di Amerika Serikat pada abad ke-19 melalui inisiatif Ann Reeves Jarvis yang mendirikan klub kerja untuk meningkatkan praktik kesehatan. Pasca Perang Saudara Amerika, gerakan ini meluas menjadi ajang rekonsiliasi komunitas melalui kegiatan yang mempromosikan perdamaian antar kelompok.
Anna Jarvis, putri dari Ann Reeves Jarvis, menjadi tokoh kunci yang memperjuangkan Hari Ibu sebagai hari libur resmi demi menghormati pengorbanan para ibu. Kampanyenya yang dimulai sejak 1905 membuahkan hasil saat Presiden AS Woodrow Wilson meresmikan hari Minggu kedua di bulan Mei sebagai Hari Ibu nasional pada 1914.
Kini, negara-negara seperti Australia, Kanada, hingga Jepang mengadopsi tanggal tersebut dengan tradisi pemberian hadiah berupa bunga dan cokelat. Bagi mereka yang terpisah jarak, komunikasi melalui panggilan telepon dan pesan singkat menjadikan momen ini sebagai salah satu hari tersibuk bagi layanan telekomunikasi di seluruh dunia.