Masyarakat Dunia Rayakan Hari Ibu Sedunia 10 Mei 2026

Masyarakat Dunia Rayakan Hari Ibu Sedunia 10 Mei 2026

Masyarakat di berbagai penjuru dunia merayakan Hari Ibu Sedunia yang jatuh pada Minggu, 10 Mei 2026. Momen istimewa ini rutin dirayakan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap sosok ibu dalam kehidupan manusia.

Meskipun dirayakan secara serentak di banyak negara, latar belakang sejarah dan penentuan tanggal pelaksanaannya memiliki perbedaan yang signifikan. Hal ini mencakup pemaknaan perayaan yang berbeda-beda di tiap wilayah, seperti dikutip dari Lifestyle.

Di Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya, peringatan ini jatuh pada hari Minggu kedua di bulan Mei. Banyaknya negara yang mengadopsi waktu tersebut menjadikannya dikenal sebagai Hari Ibu (Mother's Day) Sedunia.

Bentuk modern dari peringatan ini berawal dari gerakan aktivis sosial Anna Jarvis di Amerika Serikat. Ia berupaya memberikan penghormatan kepada ibunya, Ann Jarvis, yang aktif mempromosikan persahabatan dan kesehatan masyarakat pasca-Perang Saudara.

Sebelum wafat, Ann Jarvis sempat berharap adanya hari khusus untuk mengenang jasa para ibu bagi kemanusiaan. Harapan tersebut kemudian diwujudkan oleh Anna melalui kampanye peringatan secara luas ke berbagai kalangan.

Ibadah peringatan pertama dilaksanakan pada minggu kedua Mei 1908 di gereja mendiang ibunya di Virginia Barat. Gerakan ini menyebar cepat hingga Presiden AS ke-28, Woodrow Wilson, menetapkannya sebagai hari libur nasional pada 1914.

Tradisi Mothering Sunday di Inggris

Masyarakat Inggris sebenarnya telah memiliki tradisi serupa sejak abad ke-16 yang dikenal sebagai Mothering Sunday. Tradisi ini dilakukan dengan kembali ke gereja utama atau tempat mereka dibaptis pada hari Minggu keempat masa prapaskah.

Kebiasaan lama ini sempat memudar di daratan Eropa pada era 1920-an. Namun, Constance Penswick-Smith kembali menghidupkan tradisi tersebut di Inggris pada 1921 setelah terinspirasi oleh gerakan Anna Jarvis di Amerika Serikat.

Meskipun tanggal pelaksanaannya mengikuti tradisi lama, penyelenggaraannya kini melebur dengan kebiasaan modern. Hal ini banyak dipengaruhi oleh adaptasi budaya dari para prajurit selama masa Perang Dunia Kedua.

Gerakan Perempuan di Indonesia

Berbeda dengan perayaan sedunia, Hari Ibu di Indonesia yang diperingati setiap 22 Desember memiliki akar sejarah dari Kongres Perempuan Indonesia Pertama tahun 1928 di Yogyakarta.

Fokus utama gerakan tersebut meliputi perbaikan pendidikan, penolakan perkawinan anak, hingga dukungan terhadap kemerdekaan nasional. Presiden Soekarno kemudian meresmikan tanggal tersebut sebagai perayaan nasional pada tahun 1959.

Perbedaan Esensi dan Simbol

Di Amerika Serikat, perayaan ini awalnya bersifat personal antara anak dan ibu dalam ranah keluarga. Seiring waktu, tradisi berkembang menjadi pertukaran kartu ucapan dan pemberian bunga anyelir sebagai simbol resmi.

Anyelir merah muda melambangkan ibu yang masih hidup, sementara anyelir putih digunakan untuk mengenang ibu yang telah wafat. Makna ini kini meluas hingga menghormati sosok nenek maupun bibi yang berperan dalam pengasuhan.

Sementara itu, makna Hari Ibu di Indonesia lahir dari semangat perjuangan dan nasionalisme kaum perempuan. Perayaan ini menjadi pengingat jejak sejarah pergerakan perempuan Indonesia dalam membangun kemajuan bangsa.

Artikel terkait

Rekomendasi