SpaceX Luncurkan Satelit Starlink V3 Guna Lipat Gandakan Bandwidth

SpaceX Luncurkan Satelit Starlink V3 Guna Lipat Gandakan Bandwidth

Perusahaan dirgantara SpaceX berencana meluncurkan generasi terbaru satelit internet Starlink V3 guna melipatgandakan kapasitas jaringan secara masif di tengah pencapaian 12 juta pelanggan aktif di lebih dari 160 negara. Pengumuman ini disampaikan oleh CEO SpaceX Elon Musk melalui platform X, seperti dilansir dari Detik iNET pada Senin (8/6/2026).

Satelit generasi ketiga tersebut diklaim bakal menawarkan kapasitas bandwidth 10 kali lipat lebih besar dibandingkan pendahulunya. Selain memiliki kapasitas yang jauh lebih tinggi, satelit Starlink V3 juga akan diluncurkan ke luar angkasa dengan intensitas 10 kali lebih sering.

"Secara efektif, ini akan menghasilkan total bandwidth yang tersedia lebih dari 100 kali lipat dibandingkan apa yang memungkinkan saat ini," sesumbar Musk.

Rencana peningkatan infrastruktur ini sejalan dengan upaya SpaceX untuk mengoptimalkan kinerja jaringan internetnya yang kini didukung lebih dari 10.000 satelit aktif di orbit Bumi. Demi memangkas jeda waktu jaringan atau latensi hingga setengahnya, SpaceX akan menurunkan ketinggian orbit satelit Starlink V3 secara signifikan dari 550 kilometer menjadi 350 kilometer.

Langkah pemangkasan latensi dan peningkatan bandwidth ini dinilai menjadi fondasi krusial bagi ekosistem digital masa depan. Hal tersebut turut dipaparkan oleh Musk ketika berdiskusi dengan CEO JP Morgan, Jamie Dimon, dalam presentasi penawaran umum perdana atau IPO perusahaan.

"Masa depan kecerdasan buatan (AI) dan robotik sebenarnya akan menuntut ketersediaan bandwidth yang jauh lebih besar daripada yang kita gunakan sekarang," ungkap miliarder eksentrik tersebut.

Layanan internet satelit ini telah menjadi penopang utama finansial perusahaan, dengan menyumbang 60 persen dari total pendapatan SpaceX yang menyentuh angka USD 18,7 miliar pada tahun 2025. Kondisi keuangan yang kuat ini memperkokoh persiapan SpaceX menjelang melantai di bursa saham dengan menetapkan harga IPO sebesar USD 135 per lembar untuk 555,6 juta lembar saham.

Langkah korporasi ini diproyeksikan membuat valuasi SpaceX melonjak hingga USD 1,76 triliun dan berpotensi meraup dana segar sekitar USD 75 bahwakan mencetak rekor IPO terbesar sepanjang sejarah. Kendati demikian, SpaceX masih dibayangi gelombang protes dari masyarakat, pencinta lingkungan, hingga astronom terkait polusi cahaya langit malam, risiko tabrakan sampah antariksa, serta risiko teknis kegagalan peluncuran roket.

Artikel terkait

Rekomendasi