SpaceX Berencana IPO demi Raup Dana Segar USD 75 Miliar

SpaceX Berencana IPO demi Raup Dana Segar USD 75 Miliar

Langkah besar bersiap diambil oleh Elon Musk melalui perusahaan teknologi luar angkasa miliknya, SpaceX. Setelah beroperasi secara privat selama 24 tahun, perusahaan tersebut kini bersiap melantai di bursa saham melalui penawaran saham perdana (IPO).

Rencana tersebut terungkap melalui dokumen yang diserahkan kepada regulator Amerika Serikat. Seperti dikutip dari Detik iNET, SpaceX menargetkan perolehan dana mencapai USD 75 miliar dari investor baru, yang sekaligus akan mendongkrak valuasi perusahaan hingga menyentuh angka USD 1,75 triliun.

Valuasi fantastis ini berpotensi menempatkan SpaceX ke dalam jajaran 10 perusahaan publik terbesar di dunia. Perusahaan ini nantinya akan bersanding dengan raksasa teknologi lain seperti Nvidia, Apple, Alphabet, dan Microsoft.

Meski demikian, langkah investasi ini tergolong berani mengingat kondisi finansial internal yang masih mencatat kerugian masif. SpaceX melaporkan kerugian bersih sebesar USD 4,94 miliar pada tahun 2025 akibat pendanaan masif untuk proyek Starship, satelit, serta pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Pendanaan berskala besar ini sengaja diincar untuk merealisasikan proyek jangka panjang di luar orbit Bumi. Musk memproyeksikan SpaceX untuk membangun infrastruktur permanen bagi kehidupan manusia di masa depan, termasuk membangun kota berpenduduk satu juta orang di Mars.

Pengujian sistem transportasi akan mengandalkan pesawat Starship dengan target penerbangan tanpa awak perdana pada tahun 2030. Perjalanan searah menuju Planet Merah tersebut diperkirakan memakan waktu antara enam hingga sembilan bulan demi menguji sistem pendaratan.

Selain Mars, SpaceX membidik bulan sebagai batu loncatan utama untuk mendirikan habitat, pabrik, dan depot bahan bakar. Infrastruktur di bulan dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan harus meluncurkan material berat secara berkala langsung dari Bumi.

Rencana ekspansi multiplanet ini juga akan didukung oleh ambisi pemanfaatan sumber daya alam di antariksa. Perusahaan berniat melakukan penambangan asteroid untuk mengambil kandungan es, platina, nikel, hingga emas, meskipun para analis memprediksi aktivitas ini baru terealisasi pada dekade 2040-an.

Satelit Superkomputer AI di Orbit Bumi

Inovasi lain yang dihadirkan SpaceX menyasar pada pemecahan masalah kebutuhan energi pusat data AI di Bumi. Musk berencana menempatkan jajaran superkomputer kecerdasan buatan raksasa langsung di orbit memanfaatkan konstelasi satelit.

Sistem pusat data di luar angkasa ini akan memanfaatkan sinar matahari sebagai pasokan energi utama secara langsung. Sementara itu, suhu dingin ekstrem dari ruang hampa udara akan berfungsi sebagai sistem pendingin alami gratis.

Metode penempatan di luar atmosfer ini diyakini mampu memangkas biaya operasional secara signifikan. Proses pelatihan model AI berskala besar pun diklaim menjadi jauh lebih efisien dibandingkan menggunakan fasilitas konvensional di permukaan Bumi.

Potensi Status Triliuner Pertama Dunia bagi Elon Musk

Aksi korporasi lewat IPO ini juga membawa dampak signifikan terhadap peta kekayaan personal sang pemilik. Saat ini, kepemilikan saham Musk di SpaceX tercatat berada di angka 42%.

Jika target valuasi USD 1,75 triliun berhasil ditembus, nilai aset saham milik Musk di perusahaan tersebut otomatis melonjak menjadi USD 735 miliar. Akumulasi kepemilikan modal ini berpotensi memicu rekor baru dalam sejarah finansial global.

Gabungan nilai saham SpaceX dengan kekayaannya di Tesla, xAI, serta gurita bisnis lainnya diprediksi akan membuat total kekayaan bersih Musk melewati USD 1 triliun. Hal tersebut akan menjadikannya sebagai triliuner pertama di dunia dalam mata uang dolar AS.

Kendali penuh perusahaan dipastikan tetap berada di tangan Musk berkat struktur saham kelas ganda khusus yang memberinya lebih dari 80% hak suara. Regulasi internal ini menjamin posisinya sebagai CEO aman dari pemecatan, sehingga ia bebas mengejar proyek berisiko tinggi.

Keuntungan finansial dari momentum IPO ini diproyeksikan turut mengalir ke jajaran eksekutif dan investor awal SpaceX. Saham milik Presiden SpaceX Gwynne Shotwell serta CFO Bret Johnsen diperkirakan bakal menembus angka USD 1 miliar.

Di sisi lain, investor senior Antonio Gracias diprediksi mampu membukukan aset senilai USD 70 billion dari peristiwa melantainya perusahaan ini ke bursa. Sementara itu, porsi kepemilikan saham milik salah satu pendiri PayPal, Luke Nosek, nilainya diestimasi mencapai USD 5 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi