Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kembali menghadapi masalah kebocoran udara pada salah satu kompartemennya. Kondisi ini membuat NASA dan badan antariksa Rusia, Roscosmos, harus kembali bekerja keras untuk melacak titik kebocoran tersebut, seperti dikutip dari Detik iNET.
Pemantauan terhadap penurunan tekanan udara di modul kecil segmen Rusia yang mengarah ke gerbang penghubung ini sebenarnya telah berjalan selama lebih dari satu dekade. Kerusakan tersebut dipicu oleh retakan mikroskopis berukuran sangat kecil yang menyulitkan proses deteksi dan perbaikan.
NASA sempat menyatakan bahwa tekanan udara di modul PrK tersebut sudah berada dalam kondisi stabil pada Januari lalu. Keadaan konstan itu berhasil dicapai setelah petugas melakukan serangkaian pemeriksaan serta mengaplikasikan bahan perekat khusus.
Modul PrK sendiri berfungsi sebagai terowongan transfer yang menghubungkan Zvezda Service Module di area Rusia dengan bagian ISS lainnya. Namun, kendala serupa kembali muncul sekitar tiga minggu yang lalu.
Tepat pada 1 Mei, penurunan tekanan udara hingga satu pon per hari terdeteksi oleh Roscosmos di modul PrK. Penurunan ini tercatat sesaat setelah kosmonaut Rusia selesai memindahkan muatan dari kapal kargo Progress 95.
"Roscosmos mengizinkan penurunan tekanan di terowongan transfer secara bertahap sambil memantau laju penurunannya," kata juru bicara NASA Josh Finch, seperti dikutip dari Ars Technica, Senin (25/5/2026).
"Area tersebut sekarang dijaga di tekanan yang lebih rendah, dengan penambahan tekanan kecil sesuai kebutuhan. Tidak ada dampak pada operasi stasiun, dan NASA serta Roscosmos sedang berkoordinasi mengenai langkah selanjutnya," sambungnya.
Kendati situasi ini tidak mengganggu aktivitas para astronaut di ISS dan tidak memicu kekhawatiran instan terhadap keselamatan stasiun, persoalan ini kembali memicu perdebatan mengenai masa depan laboratorium terapung tersebut.
ISS direncanakan selesai beroperasi pada tahun 2030 setelah berfungsi selama hampir tiga puluh tahun di orbit Bumi. Masa pakai yang panjang di lingkungan antariksa yang ekstrem mulai memperlihatkan dampak nyata pada struktur laboratorium tersebut.
Di sisi lain, NASA bersama Kongres Amerika Serikat tengah mengkaji peluang untuk memperpanjang masa kerja ISS hingga tahun 2032 atau sampai wahana pengganti siap beroperasi. Namun, panel penasihat keselamatan terus mengingatkan adanya risiko kedaluwarsa, termasuk masalah kebocoran udara yang belum tuntas.