Strategy Borong 24.869 Bitcoin Senilai Rp 32 Triliun

Strategy Borong 24.869 Bitcoin Senilai Rp 32 Triliun

Perusahaan Strategy kembali melakukan aksi korporasi besar dengan memborong 24.869 keping Bitcoin (BTC). Pembelian aset kripto massal ini dilakukan dengan harga rata-rata USD 80.985 per keping, seperti dilansir dari Detik iNET.

Nilai transaksi fantastis tersebut mencapai lebih dari USD 2 miliar atau setara dengan kisaran Rp 32 triliun. Langkah agresif ini secara otomatis menambah akumulasi aset digital perusahaan hingga mencapai total 843.738 BTC.

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan pada kisaran harga pasar USD 76.574. Dengan estimasi angka tersebut, total nilai kepemilikan aset kripto milik Strategy ditaksir menembus angka USD 64,6 miar atau lebih dari Rp 1.000 triliun.

Data dari Bitbo menunjukkan bahwa rata-rata harga pembelian keseluruhan Bitcoin oleh Strategy berada di angka USD 66.384,56 per keping. Perusahaan ini masih membukukan keuntungan belum terealisasi (floating profit) yang sangat besar, meskipun kondisi harga pasar saat ini sedang mengalami penyesuaian dari titik tertingginya.

Akumulasi masif yang dilakukan Strategy membuat posisi tawar mereka di dalam ekosistem aset digital menjadi semakin dominan. Berdasarkan sistem protokolnya, Bitcoin dirancang secara ketat untuk hanya memiliki batas maksimal suplai sebanyak 21 juta keping di seluruh dunia.

Hingga waktu belakangan ini, jumlah koin yang beredar di pasar setelah berhasil ditambang telah melewati angka 20 juta keping. Kepemilikan Strategy yang menyentuh lebih dari 843 ribu keping kini secara resmi mengontrol lebih dari 4 persen dari total populasi global koin tersebut.

Perjalanan Investasi Sejak 2020

Strategy tercatat memulai langkah pertamanya untuk masuk ke instrumen investasi digital ini dalam skala besar pada periode akhir tahun 2020. Momentum tersebut diambil tidak lama setelah melewati siklus lonjakan harga besar pertama yang terjadi pada akhir tahun 2017.

Perkembangan mata uang virtual ini terus menunjukkan tren penguatan pada tahun 2021, hingga akhirnya menembus level psikologis di atas USD 100.000 pada akhir tahun 2024 lalu. Harga aset digital ini bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah di kisaran hampir USD 125.000 pada musim gugur tahun lalu, sebelum akhirnya masuk ke fase koreksi wajar.

Pemanfaatan AI untuk Pemulihan Aset

Investasi pada instrumen ini terbukti memberikan imbal hasil signifikan bagi para pelaku pasar yang masuk sejak awal dengan modal minimum, ataupun mereka yang melakukan penambangan mandiri saat nilai tukarnya masih sangat rendah.

Nilai aset digital yang melonjak tajam ini sering kali memberikan kejutan bagi pemiliknya. Baru-baru ini, sebuah unggahan dari pengguna media sosial X menjadi viral setelah ia berhasil membuka kembali akses dompet digitalnya yang sempat terkunci selama sepuluh tahun memanfaatkan bantuan kecerdasan buatan (AI).

Pria tersebut diketahui menyimpan 5 BTC yang dibeli pada tahun 2015 dengan harga awal hanya USD 250 per keping. Akses terhadap koin digital tersebut terputus selama 11 tahun akibat pemiliknya melupakan kata sandi keamanan.

Berkat bantuan teknologi kecerdasan buatan, aset digital yang berhasil dipulihkan tersebut kini nilainya melonjak drastis hingga mendekati USD 400.000 atau setara dengan Rp 6,4 miliar, sebagaimana dikutip dari Techspot pada Selasa (19/5/2026).

Artikel terkait

Rekomendasi